Sidrap

BNNP Sulsel Periksa Anggotanya Usai Insiden Penembakan Mobil di Sidrap

×

BNNP Sulsel Periksa Anggotanya Usai Insiden Penembakan Mobil di Sidrap

Sebarkan artikel ini
BNNP Sulsel Periksa Anggotanya Usai Insiden Penembakan Mobil di Sidrap

SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasi yang berujung pada insiden penembakan mobil Mitsubishi Expander di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.

Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu kini menjadi perhatian publik karena adanya dugaan pelanggaran prosedur saat operasi berlangsung.

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Intelijen BNNP Sulsel, Agung FS, menegaskan pihaknya akan memeriksa seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut untuk memastikan apakah tindakan di lapangan masih sesuai dengan standar operasional (SOP).

“Kami akan melakukan evaluasi dan pendalaman prosedur, termasuk memeriksa semua personel yang terlibat. Intinya nanti pimpinan akan merilis hasilnya secara detail,” ujar Agung kepada awak media, Jumat, kemarin.

Menurutnya, operasi tersebut merupakan bagian dari penegakan hukum terhadap jaringan peredaran pil ekstasi lintas kabupaten.

Tim BNNP melakukan pembelian terselubung atau undercover buy setelah mengamankan seorang tersangka berinisial AO di Kabupaten Wajo, yang diduga berhubungan dengan dua pemesan barang, RF dan HR.

Baca Juga : Mobil Warga Ditembaki Delapan Kali Diduga oleh Oknum BNNP

Dari pengembangan itu, petugas membiarkan komunikasi antara AO dan dua target tersebut tetap berjalan hingga akhirnya disepakati transaksi di wilayah Sidrap.

Baca  Kemarau Panjang, Kodim 1420/Sidrap Salurkan 4.000 Liter Air Bersih

Tim kemudian membuntuti mobil yang diduga membawa 94 butir pil ekstasi berwarna kuning.

Namun, di lokasi yang disepakati, situasi berubah cepat. Ketika tim hendak melakukan penyergapan, pengemudi mobil Expander disebut mencoba kabur dan hampir menabrak petugas.

“Beberapa tembakan dilepaskan ke arah bodi kendaraan untuk menghentikan laju mobil. Itu refleks spontan karena situasi berisiko tinggi,” jelas Agung.

Ia menegaskan, tidak ada unsur kesengajaan atau niat melukai, dan insiden tersebut terjadi dalam tekanan situasi lapangan.

BNNP Sulsel, kata Agung, meminta maaf atas keresahan publik dan memastikan tindakan korektif akan dilakukan jika ditemukan pelanggaran prosedur.

“Kami menjunjung tinggi profesionalisme dan hak asasi manusia. Kami siap meluruskan informasi yang simpang siur,” tambahnya.

Dari hasil operasi, seorang pelaku berinisial AO telah diamankan bersama barang bukti 94 pil ekstasi. Sementara dua target lainnya, RF dan HR, masih dalam pengejaran.

Pasca insiden, petugas bahkan sempat menunggu di lokasi hingga siang hari untuk memastikan apakah ada pihak lain yang datang menjemput kendaraan tersebut.

Namun, mobil itu ditinggalkan dan hingga kini masih dalam pemeriksaan sebagai barang bukti.

BNNP Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkoba sekaligus memperkuat pengawasan internal agar setiap operasi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas publik.