Luwu

BNPB Berikan Opsi Relokasi Warga Latimojong

×

BNPB Berikan Opsi Relokasi Warga Latimojong

Sebarkan artikel ini
BNPB Berikan Opsi Relokasi Warga Latimojong
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), memberikan opsi relokasi rumah warga Latimojong.(Chaeruddin)

SINDOSULSEL.COM, Luwu – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), memberikan opsi relokasi rumah warga Latimojong.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam kunjungannya ke posko induk tanggap darurat bencana alam Sulawesi Selatan, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu mendata kerusakan yang terjadi akibat tanah longsor di Latimojoing.

“Saya minta jangan tunggu tanggap darurat selesai sebulan baru melakukan rehabilitasi rekonstruksi. Namun berjalan tanggap darurat, juga melakukan rekonstruksi,” ujarnya.

Kepala BNPB meminta, kepala daerah atau Bupati Luwu pikul tanggung jawab dan kehormatan menangani bencana di daerah. “Kami di pusat akan membantu,” ujarnya.

Baca juga : Karyawan PT Masmindo Ikut Dievakuasi dari Latimojong

“Data kerusakan yang ditimbulkan, pertama aset rumah masyarakat, melihat apakah dengan adanya bencana ini, rumah tersebut masih layak ditinggali, khususnya lokasi titik bencana,” katanya.

“Kalau memang harus dipindahkan, direlokasi, silahkan dipindahkan, tentu berdasarkan dialog dengan masyarakat, pindahkan di mana Pemda bisa siapkan lahan nanti yang bangun pemerintah pusat,” lanjutnya.

Ia menyebutkan, cepat tidaknya proses relokasi rumah warga di Latimojong tergantung proses perencanaan Pemda. “Dalam waktu tidak lama kami bangun jika lahan siap,” tambahnya.

Namun dalam kesempatan ini, Kepala BNPB juga tetap mengingatkan, jika ada kemungkinan tidak perlu direlokasi karena lokasinya masih aman tapi rumahnya sudah rusak berat atau ringan, juga tetap didata untuk dilakukan perbaikan.

“Jika tidak mau direlokasi tapi ada tanah yang dimiliki silahkan kita bangun kan di tanah tersebut, nilainya Rp 60 juta, jika ada yang mau bantu tambahan anggarannya, boleh, silahkan,” ungkapnya.

Baca juga : Tragis! Bocah Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Jennae Pangkep

Kepala BNPB menyebutkan, ganti rugi rumah yang rusak sedang sebesar Rp 30 juta dan rusak ringan Rp 15 juta. “Data juga aset kabupaten ruang rusak, jembatan, sekolah dan masjid,” ucapnya.

Penjabat (PJ) Bupati Luwu, Muhammad Saleh, melaporkan korban banjir bandang dan longsor yang menjalani rawat jalan 505 orang, rawat inap 21 orang, luka ringan 12,  luka sedang 5 orang dan  luka berat 1 orang.

“Jumlah pengungsi 277 orang,154 orang yang sudah dievakuasi dari Kecamatan Latimojong mereka ditampung di Aula Bappeda Luwu. 30 di Masjid Malela, 25 di Masjid Cimpu,” rincinya.

Saleh melaporkan, khusus banjir sudah dalam pasca pemulihan setelah air surut sehingga sekarang tahap pembersihan rumah warga, khusus di Kecamatan Suli dan Suli barat.

Saleh juga melaporkan kondisi longsor masih ada 10 titik di Latimojong yang belum tertangani dan 3 jembatan putus. “Kami harapkan dukungan pembiayaan dari BNPB untuk pemulihan pasca bencana dengan rusaknya pelbagai fasilitas,” minta Saleh.

Baca juga berita di Google News