Sidrap

BPBD Sidrap Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Desa Teppo

×

BPBD Sidrap Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Desa Teppo

Sebarkan artikel ini
BPBD Sidrap Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Desa Teppo

SIDRAP, sindosulsel.com – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Teppo, Kecamatan Tellu Limpoe, setelah musim kemarau menyebabkan sejumlah sumber air warga mulai mengering.

Bantuan disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidrap bersama Perusahaan Daerah Air Minum setempat.

Sebanyak 8.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan mobil tangki BPBD.

Penyaluran tersebut menyasar 41 kepala keluarga dengan jumlah penerima manfaat mencapai 127 jiwa.

Bantuan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Baca Juga : Sidrap Dapat Tambahan Pasokan LPG 3 Kilogram Sebesar 34 Persen

Informasi pendistribusian itu disampaikan Pemerintah Kabupaten Sidrap melalui akun Facebook resmi Dalops BPBD Sidrap.

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat BPBD Sidrap bersama PDAM mendatangi Desa Teppo untuk menyalurkan air langsung kepada masyarakat terdampak kemarau.

Baca  Kemarau Panjang, Kodim 1420/Sidrap Salurkan 4.000 Liter Air Bersih

Langkah itu dilakukan sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan kesulitan air bersih sekaligus mencegah munculnya persoalan kesehatan dan kebutuhan sanitasi akibat keterbatasan pasokan air.

Kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan debit sejumlah sumber air warga menurun.

Baca Juga : KKN-T Unhas dan Pemdes Kayu Loe Bentuk Pengelola Bank Sampah

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.

Pemkab Sidrap menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan merespons laporan dari desa maupun masyarakat yang mengalami persoalan serupa.

Penyaluran air bersih juga akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah hingga sumber air warga kembali normal atau kondisi cuaca membaik.