SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Upaya Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam menuntaskan kemiskinan kembali terlihat nyata melalui perhatian langsung kepada warga yang hidup dalam kondisi serba terbatas.
Amir (50), warga Kelurahan Bilokka, Kecamatan Panca Lautang, menjadi saksi bagaimana intervensi cepat pemerintah daerah mengubah harapan keluarganya.
Pada Rabu, 19 November 2025, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengunjungi kediaman Amir yang selama bertahun-tahun tinggal di bangunan 2 x 2 meter, rapuh, dan nyaris roboh, bahkan pernah ia sebut sebagai “bangunan bekas kandang ayam” tempat ia bertahan hidup bersama istri dan dua anaknya.
Setiap malam mereka dihantui kecemasan karena ancaman hewan liar yang bisa masuk kapan saja. Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat kondisi. Bupati Syaharuddin membawa bantuan kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, alat pertanian, serta memastikan bahwa Amir akan segera menempati rumah yang layak.
“Rumahnya dibangunkan langsung oleh Bapak H. Rusdi Masse. Pekerjaannya sudah mulai berjalan dan insyaallah berdiri dalam waktu kurang lebih sepuluh hari,” jelas Syaharuddin saat menyerahkan bantuan, didampingi Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin serta perwakilan Dinas Sosial dan Baznas.
Bupati Syaharuddin menegaskan bahwa upaya ini bukan bersifat seremonial, melainkan bagian dari gerakan besar pemerintah daerah untuk menghapus rumah tidak layak huni dan menurunkan angka kemiskinan di 11 kecamatan.
Baca Juga : Wujud Kepedulian, Kapolres Sidrap Bantu Warga Tinggal di Rumah Tak Layak
“Kami sudah membentuk tim khusus untuk menelusuri seluruh rumah tidak layak huni di Sidrap. Jika ada warga menemukan kasus serupa, segera laporkan. Ini prioritas kami,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa intervensi terhadap keluarga rentan harus menyentuh berbagai aspek, bukan hanya hunian.
“Kami tidak hanya membantu rumahnya, tetapi juga memberikan bibit pertanian untuk usaha, serta memastikan anaknya bisa bersekolah sampai selesai di sekolah rakyat. Arah kebijakan kami jelas, kemiskinan tidak boleh terus diwariskan,” ujar Syaharuddin
.
Bupati juga menyampaikan komitmennya secara lebih tegas terkait agenda besar pengentasan kemiskinan.
“Sidrap tidak boleh membiarkan satu pun warganya hidup dalam kondisi yang tidak manusiawi. Pemerintah hadir untuk memastikan setiap keluarga mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik. Ini bukan program semata, ini tanggung jawab moral,” tekan Bupati.
H. Rusdi Masse (RMS), tokoh Sidrap yang juga anggota DPR RI, disebut Bupati sebagai pihak yang membantu penuh pembangunan rumah Amir. RMS menegaskan bahwa kepedulian terhadap warga kurang mampu adalah komitmen yang selama ini ia pegang baik sebagai putra daerah maupun wakil rakyat.
“Sebagai warga Sidrap, sebagai anggota DPRD dulu, dan sekarang sebagai anggota DPR RI, saya punya tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat kecil tidak dibiarkan berjuang sendirian. Warga kurang mampu harus menjadi prioritas perhatian kita bersama,” kata RMS dalam keterangannya.
Ia menegaskan siap terus bersinergi dengan Pemkab Sidrap dalam memastikan intervensi sosial berjalan efektif. “Selama masih ada warga Sidrap yang hidup dalam kondisi tidak layak, maka tugas kita belum selesai,” tekannya.
Selain bantuan rumah, keluarga Amir juga menerima kepastian pendidikan bagi kedua anaknya. Anak sulung yang telah lulus SMA dan anak bungsu yang masih duduk di kelas 2 SMP dijanjikan mendapat akses pendidikan hingga jenjang tinggi melalui sekolah rakyat yang disiapkan pemerintah.
“Semoga bantuan ini bisa memperbaiki kehidupan Pak Amir dan keluarganya. Anak yang bersekolah di sekolah rakyat diharapkan dapat meningkatkan derajat orang tuanya di masa depan,” ujar Syaharuddin.
Amir sendiri tak kuasa menahan haru saat menerima seluruh bantuan tersebut. “Terima kasih banyak Pak Bupati Sidrap dan Bapak RMS atas bantuannya,” ungkap Amir dengan suara bergetar.
Kini, rumah baru yang tengah dibangun serta dukungan usaha dan pendidikan membuka babak baru bagi keluarga Amir. Sebuah titik terang yang tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga mencerminkan komitmen konkret pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mengentaskan kemiskinan di Sidrap.












