Ragam

Delapan Tahun Pengembangan Sia-sia, Concord Jadi Aib Sony

×

Delapan Tahun Pengembangan Sia-sia, Concord Jadi Aib Sony

Sebarkan artikel ini
Delapan Tahun Pengembangan Sia-sia, Concord Jadi Aib Sony

SINDOSULSEL.COM, Ragam – Sony Interactive Entertainment dan Firewalk Studios harus menghadapi kenyataan pahit setelah game terbaru mereka, Concord, dinilai gagal hanya dua minggu pasca perilisannya.

Game ini, yang rilis pada 23 Agustus 2024, hanya mampu menarik 697 pemain saat peluncuran dan tidak mengalami peningkatan.

Data terbaru menunjukkan bahwa hanya 58 pemain yang aktif di Steam hingga artikel ini ditulis.

Meskipun game ini memakan waktu pengembangan selama delapan tahun, kesuksesan yang diharapkan tidak tercapai.

Banyak analis dan gamer berpendapat bahwa Concord gagal karena berbagai faktor, termasuk harga yang mahal, kurangnya inovasi, serta pemasaran yang buruk.

Game ini dipasarkan dengan harga Rp 579.000 untuk edisi standar dan Rp 879.000 untuk edisi deluxe, angka yang dianggap tidak sebanding dengan kualitas permainan yang ditawarkan, terutama ketika pesaing seperti Overwatch menawarkan model permainan gratis dengan fitur tambahan berbayar.

Ryan Ellis, Game Director dari Firewalk Studios, dalam pernyataan resminya pada Rabu (4/9/2024), mengakui bahwa Concord tidak berjalan sesuai dengan rencana.

“Meskipun beberapa elemen dalam game ini berjalan dengan baik, kami memutuskan untuk menghentikan permainan mulai 6 September 2024, dan akan menjajaki opsi lain untuk menjangkau pemain kami lebih baik,” kata Ellis.

Penjualan game di PS5, Steam, dan Epic Games Store juga telah dihentikan, dan Sony akan melakukan pengembalian dana penuh kepada pemain yang sudah membeli game tersebut.

Keputusan untuk menutup Concord tidak mengejutkan, mengingat beberapa pengamat industri telah memprediksi kegagalan game ini sejak awal.

Analis Game Discover, Simon Carless, memperkirakan total penjualan Concord hanya mencapai 10.000 unit di Steam dan 15.000 di PlayStation pada akhir Agustus 2024.

Perbandingan dengan game lain seperti Redfall, yang meskipun juga gagal, berhasil menarik 6.124 pemain pada peluncuran, menunjukkan bahwa Concord tampil lebih buruk.

Banyak netizen juga menyuarakan kekecewaannya terhadap Concord, dengan beberapa komentar menyebut bahwa permainan tersebut terlalu fokus pada agenda woke dan tidak memiliki daya tarik bagi para pemain.

Kritik lainnya menyebutkan gameplay yang terlalu umum dan desain karakter yang kurang menarik, bahkan dengan beberapa netizen yang menyebut karakter yang “terlalu woke” sebagai salah satu alasan kegagalannya.

Beberapa komentar netizen menyoroti:

  • “Jalan terbaik? Ya jelas ganti game, ini buang aja bikin game baru yg lebih waras.”
  • “Dibilang kebanyakan agenda, tapi agendanya ada di pronoun chara-nya…”
  • “Gameplay pasaran, berbayar tapi ada sistem gacha. Gratis pun ogah main.”

Sumber: Detik