NASIONAL, sindosulsel.com – Kementerian Agama Republik Indonesia mengirim Muhlis Hanafi dan Bunyamin Yapid sebagai delegasi Indonesia dalam Konferensi Tokoh Keagamaan Negara-Negara ASEAN yang diselenggarakan Kementerian Islam dan Dakwah Kerajaan Arab Saudi.
Keduanya ditugaskan mewakili Indonesia setelah Menteri Agama RI berhalangan hadir secara langsung karena harus menjalankan sejumlah agenda penting di dalam negeri.
Konferensi tersebut mempertemukan delegasi dan tokoh keagamaan dari negara-negara anggota ASEAN untuk membahas sejumlah isu strategis terkait kehidupan umat Islam sekaligus memperkuat kerja sama keagamaan di kawasan.
Tahun ini, forum tersebut mengangkat tema “Khairun Ummah — Sebaik-baiknya Umat Menuju Islam Moderat.”
Tema itu menjadi pijakan dalam pembahasan mengenai upaya membangun kehidupan umat Islam yang mengedepankan nilai moderasi, toleransi, perdamaian, serta kemaslahatan bersama.
Kehadiran delegasi Indonesia dalam forum tersebut dinilai penting mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia serta memiliki pengalaman dalam mengembangkan kehidupan keagamaan dengan pendekatan moderasi beragama.
Baca Juga : Kemenhaj: Sekitar 50 Persen Biro Umrah Terdaftar Berstatus Tidak Aktif
Muhlis Hanafi dan Bunyamin Yapid mengikuti rangkaian kegiatan sebagai delegasi resmi Indonesia sekaligus membawa perspektif Kementerian Agama RI dalam pembahasan bersama perwakilan negara-negara ASEAN.
Forum tersebut juga menjadi wadah pertukaran pengalaman dan gagasan antarnegara dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan keagamaan di tengah perubahan sosial yang semakin dinamis.
Pembahasan mengenai konsep Khairun Ummah diharapkan dapat melahirkan gagasan dan rekomendasi yang mendorong terbentuknya masyarakat Muslim yang tidak hanya kuat dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian, toleransi, dan kemajuan bersama.
Keikutsertaan delegasi Indonesia juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama RI memperkuat kerja sama internasional di bidang keagamaan sekaligus memperkenalkan pengalaman Indonesia dalam mengembangkan kehidupan Islam yang damai dan moderat.
Konferensi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Selasa (06/10/2026).
Forum ini diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang dapat memperkuat hubungan dan kerja sama antarnegara ASEAN dalam mewujudkan kehidupan umat yang damai, moderat, toleran, serta berorientasi pada kemaslahatan bersama. (Ridwan)












