SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Pemerintah Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, bekerja sama dengan dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menggelar dialog pertanian yang membahas pemanfaatan satu lahan untuk menghasilkan tiga komoditas sekaligus.
Kegiatan ini dilaksanakan di samping kolam ikan milik H. Laumpu pada Sabtu (15/06/2025).
Dalam dialog yang membahas isu pertanian, perikanan, dan agraria ini, masyarakat juga melakukan uji coba penanaman padi apung di atas kolam ikan.
Kepala Desa Sipodeceng, Naming Pallajareng, menyambut positif kegiatan tersebut.
“Melalui kegiatan ini, warga bisa menanam padi apung di lahan kolam ikan. Jadi selain panen padi, masyarakat juga bisa memelihara ikan dalam waktu yang bersamaan. Ini tentu sangat menguntungkan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu narasumber dari Universitas Hasanuddin, Amir Yassi, menyampaikan bahwa teknologi pertanian terpadu ini sejalan dengan program pertanian dari pemerintah pusat, terutama dalam upaya optimalisasi lahan (Oplah).
“Kita ingin mengubah pola lama yang hanya memanfaatkan lahan untuk satu komoditas, menjadi dua bahkan tiga sekaligus. Salah satu teknologi yang dikenalkan adalah padi apung, yaitu menanam padi di atas rakit di lahan yang selalu tergenang atau sulit dikeringkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, teknologi ini sangat cocok diterapkan di daerah seperti Danau Sidenreng, Danau Tempe, atau persawahan yang sulit dikeringkan. Dengan sistem ini, satu lahan bisa digunakan untuk pertanian padi, budidaya ikan, dan komoditas lain secara bersamaan.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat desa melalui pemanfaatan lahan yang lebih efisien dan inovatif.












