SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Aktivitas distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Tanete, Kabupaten Sidrap, kembali menjadi sorotan publik. Praktik dugaan pengurasan pasokan BBM bersubsidi jenis solar dan pertalite ini makin ramai diperbincangkan setelah warga menyuarakan keluhannya pada Jumat (10/04/2026).
Seorang pelangsir berinisial IL diduga memborong pasokan tersebut untuk dikirim ke Morowali dalam jumlah yang sangat besar.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada ketersediaan BBM di wilayah Tanete dan sekitarnya.
Menurut keterangan warga setempat, aktivitas pengiriman oleh oknum tersebut dilakukan secara berulang sehingga menyebabkan stok subsidi di daerahnya sendiri cepat menipis.
“Sekarang sangat sulit mendapatkan pertalite. Kami harus antre lama, bahkan sering tidak kebagian,” keluh salah satu warga Tanete.
Praktik pelangsiran ini diduga kuat menjadi penyebab utama kelangkaan BBM subsidi yang seharusnya menjadi hak masyarakat setempat.
Situasi ini dinilai sangat merugikan, khususnya bagi para pengguna kendaraan kecil dan pelaku usaha mikro di Sidrap yang aktivitasnya bergantung pada bahan bakar tersebut.
Selain memicu kelangkaan, pengiriman BBM bersubsidi dalam jumlah besar ke luar daerah juga dikhawatirkan telah melanggar aturan hukum terkait distribusi energi.
Oleh karena itu, warga mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan tegas.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pihak berwenang. Jangan sampai masyarakat kecil terus dirugikan oleh segelintir oknum,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian maupun instansi terkait mengenai dugaan aktivitas pelangsiran tersebut.
Warga menaruh harapan besar agar pengawasan distribusi BBM di wilayah Tanete dapat diperketat demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.












