Politik

DPP PAN Mendadak Copot Husniah Talenrang dari Kursi Ketua DPW, Ada Apa?

×

DPP PAN Mendadak Copot Husniah Talenrang dari Kursi Ketua DPW, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
DPP PAN Mendadak Copot Husniah Talenrang dari Kursi Ketua DPW, Ada Apa?

JAKARTA, sindosulsel.com – Dinamika internal Partai Amanat Nasional (PAN) di Sulawesi Selatan (Sulsel) memasuki babak baru.

Secara mengejutkan, DPP PAN resmi mencopot Sitti Husniah Talenrang dari kursi Ketua DPW PAN Sulsel dan menunjuk politisi senior Ashabul Kahfi sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) pada Kamis (7/5/2026).

Langkah “potong kompas” ini mengisyaratkan adanya ketidakpuasan pusat terhadap ritme konsolidasi di wilayah tersebut yang dianggap perlu penanganan darurat.

Cari Enam Pejabat Eselon II, Bupati Gowa Minta Peserta Seleksi Pahami Visi-Misi Daerah

Meski dibungkus dengan narasi “promosi” Husniah Talenrang ke pengurus harian DPP, penugasan khusus yang diberikan kepada Ashabul Kahfi menunjukkan adanya lubang besar dalam struktur partai berlambang matahari terbit itu di Sulsel.

Secara eksplisit, DPP PAN memerintahkan Ashabul Kahfi untuk membereskan Muscab di tingkat kecamatan yang tampaknya belum tuntas.

Membangun relawan hingga tingkat TPS, sebuah indikasi bahwa basis akar rumput PAN di Sulsel saat ini dinilai masih rapuh.

Mahkamah Partai NasDem Ketok Palu Batalkan PAW, Pulihkan Hak Politik Legislator Abdul Salam

Menjaga kekompakan DPD, yang menyiratkan adanya potensi faksi atau keretakan di tingkat kabupaten/kota.

Berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya, Ashabul Kahfi kini berada di bawah pengawasan langsung Jakarta.

DPP mewajibkan laporan kinerja secara periodik, sebuah bentuk “rapor” yang menunjukkan bahwa pusat tidak lagi ingin memberikan cek kosong dalam pengelolaan wilayah Sulsel.

Golkar Sulsel Soroti Tantangan Integritas dan Keadaban Politik Menuju Pemilu 2029

“Seluruh pengurus DPD PAN se-Sulsel wajib mentaati keputusan ini dan segera fokus. Jangan lagi ada agenda lain selain konsolidasi organisasi,” tegas Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi.

Penarikan Sitti Husniah Talenrang ke Jakarta bisa dibaca sebagai upaya diplomatis untuk menjaga stabilitas internal ( soft landing ), namun penunjukan Plt. adalah bukti nyata bahwa PAN sedang melakukan operasi penyelamatan.

Dengan ditariknya kendali ke tangan Ashabul Kahfi, DPP berharap mesin partai yang sempat melambat bisa kembali panas untuk mengejar target elektoral, terutama dalam merealisasikan program “PAN Bantu Rakyat” yang selama ini dianggap belum maksimal menyentuh masyarakat Sulsel secara merata.

Namun demikian, pencopotan itu menimbulkan beragam spekulasi di tengah masyarakat, salah satunya dugaan kasus perselingkuhan yang kini dialamatkan kepada bupati Gowa itu.