Palopo

Dugaan Intimidasi Oknum TNI, Dandim Sebut Babinsa Hanya Mediasi Warga

×

Dugaan Intimidasi Oknum TNI, Dandim Sebut Babinsa Hanya Mediasi Warga

Sebarkan artikel ini
Dugaan Intimidasi Oknum TNI, Dandim Sebut Babinsa Hanya Mediasi Warga

SINDOSULSEL.COM, Palopo – Komandan Kodim 1403 Palopo, Letnan Kolonel Infanteri Windra Sukma Prihantoro, memberikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan seorang anggota TNI diduga mengintimidasi warga sipil di Kota Palopo.

Menurut Letkol Windra, anggota tersebut adalah Babinsa yang saat itu tengah mendampingi warga binaannya untuk menagih utang.

Namun, situasi di lokasi berubah tegang setelah terjadi kesalahpahaman antara pihak penagih dan yang ditagih.

“Betul, anggota yang duduk dalam video itu adalah Babinsa kami. Kronologinya, Babinsa tersebut mendampingi warga binaan yang ingin menagih hutang,” ujarnya.

*Di tempat kejadian sempat terjadi perselisihan antara penagih dan yang ditagih. Babinsa berusaha memediasi, karena itu ia mengenakan seragam lengkap,” jelas Letkol Windra, Selasa (14/10/2025).

Windra menambahkan, tindakan Babinsa tersebut murni bertujuan membantu mediasi, bukan untuk menekan pihak manapun.

Namun, karena salah satu pihak merasa lebih berani setelah didampingi Babinsa, suasana menjadi tegang.

“Awalnya warga binaan meminta bantuan agar dimediasi, jadi Babinsa mengantar sampai rumah pihak yang akan ditagih,” katanya.

Baca  Kodim 1403/Palopo Ziarah ke TMP, Kenang Jasa Pahlawan Jelang HUT TNI

“Tapi karena merasa didampingi anggota TNI, penagih bersikap arogan, sehingga terjadi kesalahpahaman. Babinsa justru mencoba melerai di lokasi,” tambahnya.

Dandim 1403 Palopo menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan internal melalui staf intel.

Jika ditemukan pelanggaran disiplin, maka akan segera ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

“Kasusnya masih dalam proses penyelidikan staf intel. Bila ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai prosedur,” tegasnya.

Sejumlah anggota TNI diduga melakukan tindakan intimidasi terhadap seorang warga di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Durian, Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, pada Kamis (9/10/2025).

Korban bernama Tiwi mengaku kejadian bermula saat beberapa oknum TNI tiba-tiba masuk ke rumahnya tanpa izin.

Ia menuturkan, salah satu oknum membuka gorden penutup kamar mandi dan kemudian melakukan tindakan kasar.

“Penutup kepala saya ditarik, lalu saya didorong ke dinding kamar mandi,” katanya kepada awal media.