DaerahToraja Utara

Festival Budaya Toraja Utara Dimulai, Pj Gubernur Sulsel: Viralkan!

×

Festival Budaya Toraja Utara Dimulai, Pj Gubernur Sulsel: Viralkan!

Sebarkan artikel ini
Festival Budaya Toraja Utara Dimulai, Pj Gubernur Sulsel: Viralkan!
Foto: Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh dan Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang, bersama anak-anak berpakaian adat usai membuka Festival Budaya di Alun-alun Kota Rantepao, yang akan berlangsung selama tiga hari.

SINDOSULSEL.COM, Toraja Utara – Festival Budaya Toraja Utara 2024 resmi dibuka oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakrulloh dan Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang, di Alun-alun Kota Rantepao, yang akan berlangsung selama tiga hari.

Festival ini diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya Toraja, baik itu tarian tradisional, pertunjukan seni hingga wastra lokal. Pengunjung bukan hanya turis dalam negeri tetapi juga mancanegara.

Baca juga: Canangkan PIN Polio 2024, Sulsel Sasar 1,2 Juta Anak

“Hari ini kita dalam keadaan gembira dan bahagia. Tadi Pak Bupati mengatakan sebagai festival budaya, jangan lupa acara seperti ini viralkan! Di berbagai sosial media, baik itu OPD, baik itu masyarakat Rantepao, Toraja Utara,” kata Prof Zudan.

Dia menyatakan, kegiatan ini dapat naik ke atas menjadi level nasional bahkan internasional. “Tadi saya melihat di museum Pongtiku, ada kekayaan yang luar biasa,” ujarnya.

Salah satunya, terdapat mumi berusia 120 tahun dan disebutkan rambutnya masih tumbuh. “Ini adalah kekhasan Toraja Utara, keunikan di daerah ini dan ini akan menjadi daya tarik pariwisata yang luar biasa,” ungkapnya.

Baca juga: Fadriaty Perjuangkan Rumah Sakit Regional dan Taman Nasional di Luwu Raya

Sedangkan, Bupati Yohanis Bassang menyatakan dan menekankan pentingnya acara ini untuk mengangkat seni dan budaya Toraja.

“Banyak budaya yang perlu diangkat sebagai satu kekayaan Toraja Utara. Setiap suku bangsa di dunia ini dikenal karena budayanya, karena hal itu semua suku bangsa di dunia dikenal. Karena budayanya Toraja dikenal di seluruh dunia,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Yohanis, perlu mewariskan budaya kepada generasi selanjutnya, sehingga kearifan lokal yang ada tidak punah. (*)