Ragam

Fitur Baru WhatsApp, Lindungi Privasi dan Permudah Chat

×

Fitur Baru WhatsApp, Lindungi Privasi dan Permudah Chat

Sebarkan artikel ini
Fitur Baru WhatsApp, Lindungi Privasi dan Permudah Chat
Foto: WhatsApp

SINDOSULSEL.COM, Ragam – WhatsApp terus memperkuat perlindungan penggunanya dengan serangkaian fitur keamanan baru.

Kini, aplikasi ini memungkinkan pengguna memverifikasi link atau URL langsung melalui Google Search, melengkapi fitur deteksi spam dan notifikasi keamanan yang sudah ada.

Melalui versi beta terbaru Android 2.24.22.19, pengguna hanya perlu menekan lama pada link untuk memilih opsi “Get link info on Google”.

Dengan ini, pengguna dapat mengakses informasi lebih mendetail tentang link yang diterima, melindungi dari tautan mencurigakan.

Seiring dengan maraknya kasus phishing dan penipuan online, fitur verifikasi ini diharapkan menjadi lapisan keamanan tambahan bagi pengguna WhatsApp. F

itur serupa, seperti “Search on Web,” sebelumnya telah dirilis untuk memverifikasi pesan yang sering diteruskan.

Meskipun belum pasti apakah keduanya akan tetap ada atau digantikan, masing-masing fitur ini memiliki peran keamanan berbeda yang dapat berfungsi beriringan.

Chat Lebih Mudah Tanpa Kontak Telepon

WhatsApp juga memperkenalkan inovasi yang memungkinkan pengguna menghubungi orang lain tanpa harus menyimpan nomor telepon di kontak.

Kini, aplikasi ini memiliki buku alamat internal yang memudahkan pengguna memulai chat tanpa harus menambahkan nomor ke daftar kontak ponsel.

Teknologi di balik fitur ini, yaitu Identity Proof Linked Storage (IPLS), menjamin keamanan kontak di dalam WhatsApp.

Langkah lain menuju privasi lebih baik adalah penggunaan username alih-alih nomor telepon. Pengguna cukup berbagi username untuk memulai percakapan, sehingga risiko privasi akibat berbagi nomor telepon dapat dikurangi.

WhatsApp mengonfirmasi bahwa fitur ini akan segera tersedia meskipun belum ada tanggal resmi peluncurannya.

Dampak Aturan Digital Market Act Uni Eropa pada WhatsApp

Perubahan sistem kontak ini juga dipicu oleh regulasi baru Uni Eropa melalui Digital Market Act, yang mengharuskan WhatsApp sebagai “gatekeeper” agar memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan aplikasi pesan lain tanpa keluar dari WhatsApp.

Meski membawa kemudahan, integrasi ini menimbulkan kekhawatiran akan celah keamanan bagi aplikasi pesaing seperti Signal, yang merasa integrasi bisa meningkatkan risiko privasi.