SINDOSULSEL.COM, Luwu – Suasana penuh semangat dan kehangatan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Partai Golkar di Kabupaten Luwu.
Di bawah kepemimpinan Ketua DPD Partai Golkar Luwu, H. Patahudding, S.Ag, para kader dan pengurus partai berlambang pohon beringin itu turun langsung ke lapangan menggelar berbagai kegiatan sosial.
Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian 1.000 paket sembako bagi warga miskin ekstrem, beda rumah, hingga kunjungan dan penyerahan bantuan ke dua panti asuhan serta pondok pesantren di wilayah Luwu.
Kegiatan sosial tersebut berlangsung meriah dengan nuansa kekeluargaan. Para pengurus Golkar datang mengenakan atribut kuning cerah, menyapa warga dan anak-anak panti dengan senyum dan sapaan hangat.
“Ini bagian dari cara kami berbagi kebahagiaan dan rasa syukur di momen HUT Golkar. Kami ingin menunjukkan bahwa Golkar tidak hanya bicara politik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata,” ujar Ketua Golkar Luwu, H. Patahudding, di sela kegiatan.
Baca Juga : Golkar Luwu Rayakan HUT ke-61 dengan Aksi Sosial Nyata
Menurutnya, perhatian terhadap panti asuhan dan pesantren menjadi komitmen moral Golkar untuk terus hadir memperkuat solidaritas sosial di masyarakat.
“Kami berharap, kepedulian seperti ini menjadi budaya di tubuh partai berbagi tanpa pamrih dan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat kecil,” tegas Patahudding.
Kunjungan para pengurus Golkar mendapat sambutan hangat dari pengurus dan anak-anak panti.
Salah satunya datang dari Ketua Yayasan dan Pembina Pondok Pesantren serta Panti Asuhan Attibyan, Arifudin Ribi, yang berlokasi di Kelurahan Senga Selatan, Kecamatan Belopa.
Ia mengaku bangga dan terharu atas kunjungan mendadak para pengurus partai.
“Kunjungan ini tanpa pemberitahuan sebelumnya, tapi justru itu yang membuat kami bangga. Artinya, pondok dan anak-anak kami masih mendapat perhatian dari pemerintah dan tokoh masyarakat,” ungkap Arifudin.
Arifudin menjelaskan, lembaganya kini menaungi dua kelompok binaan: 38 anak panti yang terdaftar resmi dalam Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), serta sekitar 184 santri dan siswa mukim di pondok pesantren.
Namun, ia tak menampik bahwa operasional lembaga masih sangat bergantung pada donasi masyarakat.
“Belum ada bantuan tetap dari pemerintah. Kami bertahan dari sumbangan warga, guru, dan donatur pribadi. Kadang ada yang datang membawa dua dus sembako semua itu sangat berarti,” tuturnya.
Meski dengan segala keterbatasan, Arifudin menegaskan pihaknya tetap semangat mendidik dan membina anak-anak yatim serta santri agar memiliki masa depan lebih baik.
“Yang paling kami syukuri adalah perhatian dan kepedulian dari banyak pihak, termasuk dari Partai Golkar, beliau (Patahudding) memang peduli sejak dulu, Itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” pungkasnya.
Selain Attibyan, Golkar Luwu juga menyambangi Pondok Pesantren Tahfizul Quran Riyadus Solihin di Desa Murante, Kecamatan Suli.
Lembaga ini dikenal sebagai pesantren tahfiz sekaligus panti sosial yang menampung puluhan anak yatim dan dhuafa.
Pimpinan Pondok, Muhammad Yusuf, mengungkapkan bahwa seluruh santri menetap di lingkungan pondok.
“Semua anak di sini mondok. Ada sekitar 25 anak panti dan 90 santri mukim. Mereka belajar dan tinggal di pondok secara penuh,” jelasnya.
Meski berjalan dengan fasilitas terbatas, semangat para santri dan pengasuh tetap tinggi. Bantuan dari Golkar, kata Yusuf, menjadi dorongan moral bagi pihak pesantren.
“Kami senang karena ada perhatian langsung dari tokoh dan partai besar seperti Golkar. Semoga silaturahmi ini terus berlanjut,” ujarnya.
Kegiatan sosial Golkar Luwu ini menandai perayaan HUT partai yang diisi dengan aksi nyata di tengah masyarakat.
Suasana “kuningan” khas warna partai Golkar tampak bukan hanya dari atribut yang dikenakan, tapi juga dari semangat kebersamaan dan kepedulian yang terpancar dari setiap pengurus dan kader.
“Kami ingin warna kuning Golkar menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan, bukan sekadar warna politik,” tutur Erni Yanti Zain selalu ketua pelaksana HUT Golkar di Luwu.
Dengan langkah sederhana namun penuh makna, Golkar Luwu menunjukkan bahwa politik bisa menjadi sarana pengabdian sosial terutama bagi mereka yang paling membutuhkan perhatian.












