Makassar

Gratis! 2.000 Siswa SMK di Sulsel Ikuti Sertifikasi Keahlian Berstandar Industri

×

Gratis! 2.000 Siswa SMK di Sulsel Ikuti Sertifikasi Keahlian Berstandar Industri

Sebarkan artikel ini
Gratis! 2.000 Siswa SMK di Sulsel Ikuti Sertifikasi Keahlian Berstandar Industri
Foto: Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh, bersama siswa-siswi SMK usai membuka sertifikasi kompetensi berstandar industri, di Hotel Dalton Makassar, Kamis, (11/7/2024).

SINDOSULSEL.COM, Makassar – Sebanyak 2.000 siswa siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) mengikuti Sertifikasi Kompetensi Keahlian Berstandar Industri secara gratis.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama Dinas Pendidikan Sulsel dengan MyEdusolve, yang merupakan perusahaan yang memiliki fokus pada transformasi tenaga kerja melalui peningkatan literasi digital salah satunya dengan sertifikasi internasional. MyEduSolve merupakan parner resmi dari Certiport yang berpusat di Amerika Serikat.

Kegiatan yang bertema “Building Practical Digital Literacy for Future Workforce” atau mengacu pada upaya untuk meningkatkan keterampilan digital di tempat kerja itu dibuka langsung Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh, di Hotel Dalton Makassar, Kamis, (11/7/2024).

Baca juga: Jelang Pilkada Serentak 2024, Pastikan Data Dukcapil dan KPU Sulsel Sinkron

Acara ini juga dirangkaikan dengan pelatihanan ujian sertifikasi, dimana akan ada seleksi untuk 10 siswa terpilih yang akan mendapatkan kesempatan untuk ujian sertifikasi dengan standar internasional.

Hadir Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Andi Iqbal Najamuddin, Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Hery Sumiharto dan CEO MyEdusolve, Stephani Seputra. Serta hadir siswa SMK se-Sulawesi Selatan secara hybrid.

Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa SMK kelas 12 dengan total 2.000 siswa mengikuti kegiatan ini. Dilaksanakan 7 hari di sekolah masing-masing.

Baca  Pilketos Serentak Sulsel Diikuti 1.134 Sekolah, Libatkan 243.076 Pemilih

“Provinsi Sulsel memiliki program untuk sertifikasi keahlian berbasis standar industri bagi siswa-siswa SMK yang didanai oleh APBD. Jadi mereka disertifikasi, hari ini ada 2.000 peserta yang akan disertifikasi, ini gratis dan tidak berbayar,” kata Prof Zudan.

Baca juga: Pemprov Sulsel-Papua Barat Daya Teken MoU Pembangunan Daerah

Setelah pelatihan, mereka memiliki kemampuan yang tersertifikasi. Ini merupakan harapan dari Pemprov agar mereka bisa memiliki kemampuan terstandar saat lulus.

“Ini dilaksanakan dengan tujuan agar siswa-siswi SMK kita memiliki kemampuan untuk memasuki pasar kerja dengan standar teknologi yang lebih bagus,” ujarnya.

Sebab lanjut Prof Zudan, di industri yang sangat dibutuhkan adalah sertifikasi bidang teknologi agar bisa mendapatkan pasar kerja yang lebih bagus. Serta tidak terdapat kesenjangan antara apa yang di pasar kerja dengan apa yang dimiliki oleh calon tenaga kerja.

“Diharapkan tidak terdapat kesenjangan kompetensi setiap akan memasuki pasar kerja,” imbuhnya.

Selain itu, Penjabat Gubernur juga berharap agar peserta didik meningkatkan kompentensinya dalam penguasaan bahasa asing.

“Untuk mendapatkan sertfifikasi inikan harus ikut pelatihan. Saya sangat senang. Tadi juga Pak Gubernur memberikan motivasi yang luar biasa, jadi saya terdorong untuk mengikuti kegiatan pelatihan,” kata Siswi SMK Negeri 6 Makassar, Dheisya. (*)