BONE, sindosulsel.com – Momentum perayaan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi ajang penegasan komitmen sinergitas antara institusi kepolisian dan aparat pemerintahan di Kabupaten Bone.
Rangkaian acara syukuran pascaupacara ini diselenggarakan dengan penuh khidmat di Tribun Lapangan Merdeka, Watampone, pada Rabu (01/07/2026).
Perhelatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pucuk pimpinan daerah, di antaranya Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Penjabat Sekretaris Daerah Bone Andi Tenriawaru, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta deretan perwira dari Polres Bone.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Asman Sulaiman memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi jajaran Polri.
Ia menekankan bahwa ekosistem keamanan yang kondusif di bawah pengawalan kepolisian adalah fondasi utama yang memungkinkan roda pemerintahan dan program pembangunan daerah berjalan tanpa hambatan.
Bupati Bone tersebut memaparkan salah satu bukti nyata dari stabilitas ini adalah lompatan angka pertumbuhan ekonomi daerah yang mencatatkan tren sangat positif.
Baca Juga : Bupati Bone Pastikan Tak Ada Anak Yatim dan Disabilitas yang Putus Sekolah
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone yang sebelumnya berada di level 5,4 persen, kini sukses meroket hingga menembus angka 7,84 persen.
Menurutnya, pencapaian gemilang ini mustahil terwujud tanpa adanya kolaborasi lintas sektor yang kuat, di mana Polri menjadi salah satu pilar penopang utamanya.
Mengingat perjalanan kariernya di birokrasi, Andi Asman turut membagikan pengalaman pribadinya saat bermitra dengan kepolisian.
“Saya pernah menjadi lurah, camat hingga kepala dinas. Saya merasakan betul bagaimana pendampingan Polri membantu proses pembangunan di wilayah,” paparnya mengenang masa-masa tugas di lapangan.
Baca Juga : Akhiri Penantian Sejak Indonesia Merdeka, Bupati Bone Resmikan Jalan Beton Awang Cenrana-Lebongnge
Lebih jauh, ia menyoroti peran taktis para personel kepolisian di garda terdepan, khususnya aparat Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan warga di tingkat desa dan kelurahan.
Kehadiran mereka dinilai sangat strategis, bukan semata-mata untuk meredam potensi konflik, melainkan juga bertindak sebagai fasilitator yang mendukung kelancaran program-program pemberdayaan masyarakat.
Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Bone menaruh harapan besar agar kekompakan segitiga emas antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dapat terus dirawat dan ditingkatkan skalanya.
Sinergi yang kokoh ini diyakini menjadi modalitas paling berharga untuk mengakselerasi kemajuan wilayah dan mewujudkan cita-cita pembangunan berkelanjutan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat Bone.












