SINDOSULSEL.COM, Makassar – Dari silaturahmi, lahir harapan masa depan. Narasi penuh makna ini menjadi pembuka yang menggugah dalam kegiatan Halalbihalal Keluarga Besar Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar.
Acara silaturahmi yang meriah tersebut dirangkaikan dengan pemutaran perdana atau premiere film pendek berjudul TEKAD di Gelanggang Olahraga (GOR) UMI pada Rabu (25/03/2026).
Dalam suasana yang hangat, penuh kebersamaan, dan sarat nilai spiritual tersebut, UMI kembali menegaskan posisinya sebagai kampus ilmu dan ibadah.
Institusi pendidikan ini terus berkomitmen menjadi kampus perjuangan dan pengabdian yang tertib, aman, solutif, serta selalu dekat dengan realitas kehidupan masyarakat.
Karya sinematografi berjudul TEKAD ini merupakan bagian dari serial film pendek Mahasiswa UMI Punya Cerita.
Proyek tersebut adalah sebuah inisiatif kreatif yang tidak hanya sekadar menghadirkan tontonan hiburan, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran, menyalakan harapan, dan menggerakkan masa depan generasi muda.
Film ini menghadirkan kisah yang sangat dekat dengan realitas sosial, berlatar di sebuah desa yang diawali dengan aktivitas mahasiswa UMI dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui layar, pesan bahwa setiap anak berhak memiliki masa depan yang layak divisualisasikan dengan apik.
Jalan ceritanya mengisahkan perjalanan seorang anak perempuan bernama Naya yang memiliki tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Namun, tekad itu diuji ketika orang tuanya berencana menikahkannya di usia muda. Naya dihadapkan pada pilihan sulit antara menuruti keadaan atau mengejar cita-cita.
Dalam segala keterbatasannya, ia memilih untuk melangkah keluar dari zona nyaman, meninggalkan rumah, dan mempertaruhkan segalanya demi masa depan.
Pada akhirnya, perjuangan tersebut membuahkan hasil manis ketika kedua orang tuanya perlahan memahami, menerima, dan merestui pilihannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Di sela-sela pemutaran film yang sarat pesan moral tersebut, Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, menyampaikan pandangannya mengenai kesiapan universitas menghadapi tantangan masa depan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa UMI tidak sedang berjalan biasa, melainkan tengah membangun kesiapan jangka panjang untuk menghadapi dinamika zaman yang terus berubah.
Ia menekankan bahwa di lingkungan UMI, cerita tidak boleh berhenti sekadar menjadi narasi, melainkan harus bertransformasi menjadi gerakan nilai yang hidup di tengah masyarakat.
“UMI tidak menunggu badai datang untuk bersiap. Kita sudah bersiap sejak langit masih cerah,” ujar Prof Hambali Thalib di hadapan seluruh sivitas akademika yang hadir.
Menurutnya, kesiapan universitas tersebut tidak dibangun secara parsial, melainkan melalui pendekatan yang utuh, baik secara spiritual, strategis, maupun sistemik.
Hal inilah yang menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan roda akademik institusi.
Lebih jauh, Prof Hambali Thalib menegaskan arah besar UMI ke depan sebagai kampus yang tertib dalam sistem, aman bagi seluruh mahasiswa, solutif dalam setiap pengambilan kebijakan, dan selalu membaur dengan masyarakat.
Komitmen nyata ini diwujudkan melalui penguatan tata kelola, pelayanan yang humanis, serta sistem pendidikan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan Halalbihalal ini menjadi penegas bahwa UMI tidak sekadar menghadirkan agenda seremonial belaka.
UMI membuktikan diri terus bergerak menyiapkan lulusan yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki karakter kemanusiaan yang kuat, karena di kampus ini, tekad tidak dibiarkan padam dan masa depan diperjuangkan bersama-sama.












