SINDOSULSEL.COM, Bone – Memasuki hari ke-13 pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bone semakin gencar memberikan edukasi kepada para pengendara.
Fokus utama sosialisasi kali ini ditekankan pada pentingnya penggunaan helm standar dan sabuk pengaman saat berkendara demi keselamatan bersama.
Edukasi tersebut disampaikan langsung oleh petugas kepada pengguna jalan di sejumlah titik padat kendaraan di wilayah Kota Watampone, Kabupaten Bone, pada Jumat (13/02/2026).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya intensif kepolisian dalam menekan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan lalu lintas, terutama di jalur arteri yang memiliki mobilitas tinggi setiap harinya.
Kasat Lantas Polres Bone, AKP Musmulyadi, menjelaskan bahwa dalam operasi ini personel di lapangan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Pengendara yang kedapatan melanggar aturan kasat mata diberikan teguran berupa edukasi dan penjelasan mendalam mengenai risiko kecelakaan.
Materi edukasi difokuskan pada kewajiban penggunaan helm berstandar SNI bagi pengendara roda dua, kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, serta kedisiplinan pemakaian sabuk pengaman (safety belt) bagi pengemudi mobil.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa helm dan sabuk pengaman adalah pelindung utama saat terjadi kecelakaan. Ini soal keselamatan diri dan bukan sekadar takut kepada petugas,” jelas AKP Musmulyadi.
Menjelang berakhirnya masa operasi, pihak kepolisian berharap kesadaran masyarakat tidak hanya muncul saat ada penertiban atau operasi gabungan.
Target jangka panjang dari kegiatan ini adalah terciptanya situasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang berkelanjutan di wilayah hukum Polres Bone.
“Operasi ini hanya pemicu. Yang paling penting adalah kebiasaan tertib berlalu lintas tetap dijalankan dalam keseharian, baik ada maupun tidak ada petugas,” tutupnya.












