SINDOSULSEL.COM, Ragam – Banyak orang memilih untuk kembali tidur setelah sahur dengan alasan mengatasi rasa kantuk atau ingin menambah waktu istirahat sebelum beraktivitas.
Namun, kebiasaan ini ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada sistem pencernaan dan metabolisme tubuh.
Dokter menyarankan agar seseorang menunggu setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur setelah makan agar tubuh memiliki cukup waktu untuk mencerna makanan dengan baik.
Salah satu risiko utama dari tidur setelah sahur adalah naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Saat seseorang berbaring dalam keadaan perut penuh, tekanan di lambung meningkat sehingga asam lambung lebih mudah naik ke atas.
Kondisi ini dapat menyebabkan sensasi perih di dada atau dikenal dengan istilah heartburn. Pada penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), kebiasaan ini bisa memperburuk gejala yang sudah ada, seperti mual, muntah, mulut terasa pahit, dan kesulitan menelan.
Jika dibiarkan dalam jangka panjang, GERD bisa menyebabkan iritasi pada kerongkongan yang berisiko menimbulkan komplikasi kesehatan lebih serius.
Selain itu, tidur setelah sahur juga dapat memperlambat proses pencernaan.
Makanan yang belum sepenuhnya dicerna bisa tertahan lebih lama di lambung dan usus, sehingga meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti sembelit, perut kembung, dan rasa tidak nyaman di perut.
Selama bulan puasa, tubuh cenderung mengalami kekurangan cairan, sehingga risiko sembelit menjadi lebih tinggi jika pola makan tidak dijaga dengan baik.
Tak hanya berdampak pada sistem pencernaan, kebiasaan tidur setelah makan juga dikaitkan dengan peningkatan berat badan. Saat tubuh tidak aktif setelah mengonsumsi makanan, energi yang seharusnya digunakan untuk beraktivitas justru disimpan dalam bentuk lemak.
Jika pola ini terus berulang selama bulan Ramadan, risiko obesitas semakin meningkat, terutama jika makanan yang dikonsumsi tinggi karbohidrat dan lemak.
Selain itu, tidur setelah sahur juga dapat mempercepat rasa lapar di siang hari, yang bisa menyebabkan seseorang makan berlebihan saat berbuka puasa.
Dampak buruk lainnya adalah meningkatnya risiko stroke. Proses pencernaan membutuhkan aliran darah dalam jumlah besar, sehingga jika seseorang langsung tidur setelah makan, suplai darah ke otak bisa berkurang.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko stroke iskemik, yaitu stroke yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah di otak.
Selain itu, tidur dengan kondisi asam lambung yang naik juga bisa memicu gangguan pernapasan seperti sleep apnea, yang turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko stroke.
Tidur setelah sahur juga bisa menyebabkan kualitas tidur menjadi buruk.
Meskipun seseorang merasa telah tidur cukup lama, tubuh sebenarnya masih bekerja untuk mencerna makanan, sehingga tidur menjadi kurang nyenyak dan tidak menyegarkan.
Akibatnya, saat bangun di pagi hari, tubuh tetap merasa lelah, lemas, dan kurang berenergi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Untuk menjaga kesehatan selama puasa, ada beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan setelah sahur agar terhindar dari dampak buruk tidur setelah makan.
Salah satunya adalah menunggu dua hingga tiga jam sebelum tidur agar makanan dapat dicerna dengan baik.
Selain itu, melakukan aktivitas ringan seperti membaca, berzikir, atau berjalan santai juga bisa membantu tubuh tetap aktif tanpa membebani sistem pencernaan.
Konsumsi makanan sehat seperti buah, sayuran, dan makanan tinggi serat juga sangat dianjurkan agar pencernaan tetap lancar dan tubuh tetap bugar selama berpuasa.
Ahli gizi, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS. SpGK (K), memberikan panduan tentang cara menyimpan dan menghangatkan makanan sahur agar tetap aman dikonsumsi dan mempertahankan kualitasnya.
Dengan menyimpan dan menghangatkan makanan sahur dengan cara yang tepat, masyarakat dapat menyiapkan makanan secara praktis tanpa mengurangi kualitasnya.
“Selalu jaga kebersihan dan kehigienisan makanan agar sahur dapat memberikan manfaat optimal serta menjaga energi tubuh sepanjang hari,” jelas Luciana, seperti dikutip dari Kompas.
Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dan terhindar dari dehidrasi.
Dengan menghindari kebiasaan tidur setelah sahur dan menerapkan pola hidup sehat, tubuh akan lebih siap menjalani ibadah puasa dengan nyaman dan tetap bertenaga sepanjang hari.












