SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Puluhan warga Desa Lagading, Kecamatan Pitu Riase, bersama Badan Khusus Waspamops LMIR-RI Provinsi Sulawesi Selatan mendatangi DPRD Sidrap untuk menyuarakan kekecewaan terkait mandeknya pembangunan Jembatan Sungai Jompai.
Proyek yang dianggarkan sebesar Rp197.373.000 dari APBD (DAU) Tahun Anggaran 2024 ini dijadwalkan rampung dalam 90 hari kalender.
Namun, hingga awal 2025, jembatan tersebut belum selesai dibangun, sehingga menyulitkan aktivitas warga Desa Lagading.
Proyek ini berada di bawah pengawasan CV. Nirwana Rahma Makmur dan dilaksanakan oleh CV. Bina Karya.
Ketua Bidang Pengawasan dan Monitoring Badan Khusus Waspamops LMIR-RI Sulsel, Jumardin, meminta pemerintah daerah dan DPRD Sidrap segera mengambil tindakan tegas.
“Kami mendesak agar pihak terkait segera turun langsung ke lapangan dan menyelesaikan proyek ini. Jika ada indikasi korupsi, aparat penegak hukum juga harus dilibatkan,” tegas Jumardin, mengacu pada UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Persoalan ini sempat memunculkan miskomunikasi antara warga Desa Lagading dan Waspamops LMIR-RI.
Dalam pertemuan dengan Komisi III DPRD Sidrap, terungkap bahwa proyek ini merupakan aspirasi dari salah satu anggota DPRD, Kasman.
Ketua Komisi III DPRD Sidrap, Agus Syamsuddin, menjelaskan bahwa pembangunan tahap pertama jembatan ini merupakan hasil perjuangan Kasman, dan pihaknya akan mengupayakan kelanjutan pembangunan tahap kedua di tahun ini.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pembangunan Jembatan Sungai Jompai dapat dilanjutkan dan selesai sesuai rencana,” ujar Agus.
Jumardin menyambut baik penjelasan dari DPRD Sidrap dan berharap proyek ini dapat segera rampung agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Warga Desa Lagading pun berharap proyek ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur yang berkualitas demi kesejahteraan masyarakat.
Proyek Jembatan Sungai Jompai kini menjadi ujian bagi Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk menunjukkan keberpihakannya pada kebutuhan rakyatnya.












