SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana alam.
Komitmen ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati, Nurkanaah, ke Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, pada Senin (2/2/2026).
Rombongan Pemkab Sidrap diterima langsung oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana.
Turut mendampingi dalam audiensi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, Patriadi, serta Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sidrap, Suardi Hasnawi.
Pertemuan ini berfokus pada pembahasan kebutuhan mendesak Kabupaten Sidrap dalam sektor penanggulangan bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap secara resmi menyampaikan usulan Bantuan Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
Usulan ini diharapkan dapat segera direalisasikan guna memperkuat kapasitas daerah, baik dalam aspek mitigasi, penanganan darurat, maupun pemulihan infrastruktur pascabencana.
Selain mengajukan usulan strategis, Syaharuddin Alrif juga menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian BNPB yang sebelumnya telah menyalurkan bantuan berupa satu unit mobil truk serbaguna.
Kendaraan operasional ini dinilai sangat vital dalam mendukung mobilitas tim BPBD Sidrap di lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan BNPB kepada Kabupaten Sidrap. Bantuan ini memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan pascabencana demi keselamatan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin.
Ia juga berharap agar sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus ditingkatkan.
Dengan koordinasi yang solid, bantuan penanggulangan bencana diharapkan dapat disalurkan lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran.
Kegiatan audiensi ini menegaskan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memprioritaskan keselamatan warga.
Upaya ini mencakup peningkatan kapasitas personel, pengadaan peralatan yang memadai, serta penguatan koordinasi lintas sektor demi memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat yang terdampak bencana.












