SINDOSULSEL.COM, Bone – Peringatan Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait HIV dan AIDS, sekaligus mengenang para korban yang meninggal akibat penyakit tersebut.
Di Kabupaten Bone, peringatan ini turut diwarnai dengan laporan terkini mengenai perkembangan kasus HIV/AIDS di daerah tersebut.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bone per November 2025, tercatat 59 pengidap HIV, 1 kasus AIDS, serta 6 orang meninggal dunia.
Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2024, di mana terdapat 68 pengidap HIV, 2 kasus AIDS, dan 10 kematian.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, dr Kasmawar Abbas menjelaskan bahwa tren penurunan tersebut tidak lepas dari upaya sosialisasi yang terus dilakukan.
Baca Juga : Wabup Bone Tekankan Peran ASN pada Upacara HUT Korpri ke-54
“Karena kami memang terus melakukan sosialisasi terkait dengan bahaya dan pencegahan penyakit HIV/AIDS,” ujarnya.
Kasmawar menegaskan bahwa edukasi dan deteksi dini tetap menjadi faktor penting dalam pengendalian penyebaran HIV, khususnya pada kelompok berisiko.
Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan AIDS Kabupaten Bone yang juga Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan bahwa penanganan HIV/AIDS bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ia menekankan perlunya peran bersama dari berbagai kalangan.
“Untuk mengatasi perkembangan penyakit mematikan ini dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Bukan semata tanggung jawab pemerintah daerah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa organisasi kepemudaan, lembaga sosial, dan organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan mencegah pola hidup menyimpang yang dapat memicu penularan.
“Kita harus bersinergi demi generasi kita,” seru Andi Akmal Pasluddin.
Pemkab Bone berharap momentum Hari AIDS Sedunia dapat meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat guna menekan penyebaran HIV/AIDS secara berkelanjutan.












