Palopo

Kendalikan Inflasi, Pemkot Palopo Kembali Gelar Pasar Murah

×

Kendalikan Inflasi, Pemkot Palopo Kembali Gelar Pasar Murah

Sebarkan artikel ini
Kendalikan Inflasi, Pemkot Palopo Kembali Gelar Pasar Murah

PALOPO, sindosulsel.com – Pemerintah Kota Palopo melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian kembali menggelar Operasi Pasar Murah 2026 di Pasar Mungkajang, Kelurahan Mungkajang, Kecamatan Mungkajang, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi, dan mempertahankan daya beli masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kota Palopo, Andi Nurul Amin, mengatakan kegiatan itu memanfaatkan dana insentif yang diterima Pemkot Palopo setelah meraih penghargaan dari pemerintah pusat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menstabilkan harga komoditas pokok. Dana insentif tersebut dialokasikan untuk pelaksanaan Operasi Pasar Murah sebanyak 18 kali sepanjang 2026,” ujar Andi Nurul Amin di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, Operasi Pasar Murah telah dilaksanakan sebanyak tiga kali. Pemkot Palopo menargetkan kegiatan tersebut dapat digelar hingga empat kali dalam sebulan.

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA itu, Pemkot Palopo menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi yang lebih rendah dibandingkan harga pasaran.

Komoditas yang dijual meliputi gula pasir, susu kaleng, minyak goreng, sirup, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, dan sayur-sayuran.

Untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan komoditas terdistribusi secara merata, penyelenggara membatasi jumlah pembelian setiap orang.

“Komoditas yang kami sediakan mendapat subsidi bervariasi, mulai Rp2.500 hingga Rp5.000, sehingga harganya lebih murah dibandingkan harga pasaran. Pembelian kami batasi agar seluruh masyarakat yang hadir bisa mendapatkan bagian secara adil,” jelasnya.

Melalui program tersebut, Pemkot Palopo berharap daya beli masyarakat tetap terjaga. Operasi pasar murah juga diharapkan mampu menekan potensi lonjakan harga kebutuhan pokok secara efektif.