LuwuPalopo

Kepala BKAD Luwu: Hari Jadi Momentum Menata Keuangan dan Aset Daerah Menuju Luwu Mandiri

×

Kepala BKAD Luwu: Hari Jadi Momentum Menata Keuangan dan Aset Daerah Menuju Luwu Mandiri

Sebarkan artikel ini
Kepala BKAD Luwu: Hari Jadi Momentum Menata Keuangan dan Aset Daerah Menuju Luwu Mandiri
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Luwu, Drs. Alamsyah, M.Si

SINDOSULSEL.COM, Luwu – Peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 yang dirangkaikan dengan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80 menjadi momentum strategis untuk meneguhkan kesiapan Luwu sebagai daerah yang mandiri, khususnya dalam tata kelola keuangan dan aset daerah.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Luwu, Alamsyah, menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Luwu sekaligus menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang tertib, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi pembangunan dan kesiapan menuju Provinsi Luwu Raya.

“Selamat Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80. Semangat perjuangan rakyat Luwu harus terus kita rawat, salah satunya dengan memastikan pengelolaan keuangan dan aset daerah dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Alamsyah.

Menurut Alamsyah, tema Hari Jadi Luwu tahun ini, “Luwu – Singkerru Ininnawa Lipu Dimengede”, mencerminkan ikatan batin antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah secara berkelanjutan, termasuk melalui kebijakan keuangan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

“Ikatan jiwa terhadap negeri harus tercermin dalam setiap kebijakan keuangan daerah. APBD bukan sekadar angka, tetapi cerminan arah pembangunan, pemerataan, dan keadilan bagi masyarakat Luwu,” jelasnya.

Ia menambahkan, makna “Ikatan Jiwa, Negeri yang Diimpikan” menjadi dorongan moral bagi BKAD untuk memastikan setiap belanja daerah tepat sasaran dan setiap aset daerah dikelola secara optimal.

Baca  Belanja Luwu Naik Rp115 Miliar, Ranperda APBD Perubahan 2026 Mulai Dibahas DPRD

Dalam konteks perjuangan dan persiapan menuju Provinsi Luwu Raya, Alamsyah menegaskan bahwa kemandirian fiskal dan tertib aset merupakan prasyarat utama.

“Menuju Provinsi Luwu Raya, kita dituntut menyiapkan sistem keuangan daerah yang kuat, laporan keuangan yang akuntabel, serta penataan aset yang jelas dan bernilai. Ini adalah bagian dari tupoksi BKAD yang terus kami perkuat,” tegasnya.

Ia menyebutkan, konsistensi pengelolaan keuangan yang sehat akan menjadi indikator kesiapan daerah, baik dalam mendukung pembangunan maupun dalam agenda pemekaran wilayah.

Di momentum Hari Jadi Luwu ke-758, Alamsyah berharap terbangun kepercayaan publik yang semakin kuat terhadap pengelolaan keuangan daerah.

“Kami berharap sinergi seluruh OPD dan dukungan masyarakat terus terjaga. Keuangan dan aset daerah yang dikelola dengan baik akan memperkuat kemandirian Luwu dan menjadi pondasi penting bagi terwujudnya Provinsi Luwu Raya,” ujarnya.

“Dengan semangat perlawanan rakyat Luwu, BKAD berkomitmen menghadirkan tata kelola keuangan dan aset daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemaslahatan rakyat. Inilah ikatan jiwa kami untuk Luwu sebagai negeri yang diimpikan,” pungkas Alamsyah.