SINDOSULSEL.COM, Batam – Sebuah momen istimewa terekam di Kota Batam, Kepulauan Riau, ketika aroma khas rempah Coto Makassar menyatukan para pemimpin daerah. Sebanyak sembilan bupati dari lintas provinsi, mulai dari Sulawesi hingga Aceh, hadir secara khusus untuk meresmikan Rumah Makan (RM) Asna Jaya Coto Makassar, pada Selasa (20/1/2026).
Peresmian ini bukan sekadar seremonial pembukaan usaha kuliner biasa, melainkan menjadi simbol keberhasilan seorang putra daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang sukses menorehkan jejak di tanah rantau. Usaha ini milik Andi Efe, pria asal Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap.
Berbekal kerja keras dan kecintaan mendalam pada kuliner khas Bugis-Makassar, ia bertekad menghadirkan cita rasa autentik kampung halaman di tengah hiruk-pikuk Kota Batam.
Acara tersebut terasa sangat spesial dengan kehadiran sembilan kepala daerah dari tiga provinsi berbeda, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Aceh.
Tampak hadir di lokasi antara lain Bupati Sidrap, Soppeng, Maros, Wajo, Toraja, Gorontalo, Kolaka, serta perwakilan dari Aceh.
Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya solidaritas antardaerah sekaligus dukungan nyata terhadap pelestarian kuliner Nusantara.
Sorotan publik pun tertuju pada kebersamaan para kepala daerah yang berkumpul tanpa sekat politik.
Kehadiran mereka murni untuk memberikan dukungan moral bagi pelaku usaha daerah yang berani mengangkat identitas budaya melalui jalur kuliner. RM Asna Jaya kini dinilai layak menjadi “duta rasa” khas Bugis-Makassar di Batam.
Bupati Wajo, Andi Rosman, yang mewakili rekan-rekannya, menyampaikan apresiasi tinggi. Menurutnya, kehadiran RM Asna Jaya menjadi obat rindu yang ampuh bagi masyarakat perantau Sulawesi Selatan yang bermukim di Batam.
“Ini momen yang membanggakan. RM Asna Jaya menjadi destinasi kuliner Coto Makassar yang autentik di Batam. Rasanya benar-benar membawa kita pulang ke kampung halaman,” ungkap Andi Rosman di sela-sela acara.
Sementara itu, sang pemilik, Andi Efe, mengaku terharu atas dukungan luar biasa tersebut. Ia menyebut kehadiran para bupati menjadi motivasi besar baginya untuk terus menjaga konsistensi rasa dan kualitas pelayanan.
Menariknya, Andi Efe tidak hanya mengejar keuntungan bisnis semata.
Ia membawa misi sosial dalam pengelolaan RM Asna Jaya dengan membuka ruang bagi warga sekitar untuk berjualan di area rumah makan tanpa dipungut biaya sewa.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
“Kehadiran para bupati ini adalah kehormatan besar bagi kami. Kami ingin RM Asna Jaya tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga ruang tumbuh bersama bagi masyarakat Batam,” tegasnya.
Dengan perpaduan rasa yang autentik, semangat perantau yang gigih, serta misi sosial yang mulia, RM Asna Jaya Coto Makassar diharapkan mampu memperkaya khazanah wisata kuliner Kota Batam sekaligus menjadi pemicu tumbuhnya UMKM lokal yang berdaya saing.












