SINDOSULSEL.COM, Lutra – Korps HMI-WATI (KOHATI) Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Andi Djemma Cabang Luwu Utara bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Luwu Utara dalam kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan seksual dan penyebaran penyakit menular seksual, khususnya HIV-AIDS, di kalangan remaja.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMKN 2 Luwu Utara pada Senin (21/04/2025) dan melibatkan berbagai pihak lintas sektor.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Camat Mappedeceng, perwakilan dari Polsek Mappedeceng, Kepala Rutan Kelas IIB Masamba, Kepala UPT Puskesmas Cendana Putih, Kepala SMKN 2 Luwu Utara, serta pengurus HMI dan KOHATI Cabang Luwu Utara.
Ketua KOHATI Komisariat Andi Djemma, Jasirah, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen moral dan sosial KOHATI dalam menangani isu-isu kemanusiaan.
“Persoalan kekerasan seksual dan HIV-AIDS bukan hanya masalah medis atau hukum, tetapi juga persoalan kemanusiaan yang harus disentuh melalui pendidikan dan advokasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa remaja adalah kelompok rentan yang perlu mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai bahaya kekerasan seksual dan pentingnya pencegahan penyakit menular seksual.
Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi ruang diskusi sehat yang menyadarkan peserta tentang pentingnya perlindungan diri dan sesama.
Sekretaris Camat Mappedeceng dalam sambutannya menyoroti dampak psikologis yang serius bagi korban kekerasan seksual. “Korban sering merasa malu, rendah diri, bahkan terisolasi secara sosial. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk mencegahnya,” katanya.
Kepala Rutan Kelas IIB Masamba menambahkan bahwa kekerasan seksual bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari penyimpangan perilaku hingga kurangnya edukasi seksual.
“Dampaknya bukan hanya luka fisik, tetapi juga trauma jangka panjang dan hilangnya akses pendidikan atau pekerjaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Luwu Utara menyambut baik inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa bisa dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, edukasi seperti ini penting untuk melindungi siswa dari pengaruh lingkungan yang negatif.
Ketua KOHATI Cabang Luwu Utara, Anggi Novita, juga menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus kekerasan seksual dan penyebaran HIV-AIDS di kalangan remaja.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak—sekolah, orang tua, dan pemerintah—untuk mencegah maraknya kasus tersebut.
“Kekerasan seksual tidak hanya terjadi di luar rumah, tapi juga di lingkungan terdekat. Kurangnya edukasi dalam pergaulan menjadi celah penyebaran penyakit menular seksual,” ujarnya. Ia menutup sambutannya dengan seruan, “Stop kekerasan, lindungi anak dan perempuan!”
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber.












