HeadlineNasional

Korban Banjir dan Longsor di Luwu Bertambah 14 Meninggal Dunia

×

Korban Banjir dan Longsor di Luwu Bertambah 14 Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Korban Banjir dan Longsor di Luwu Bertambah 14 Meninggal Dunia
Evakuasi warga korban banjir menggunakan perahu di Kecamatan Suli.(Chaeruddin)

SINDOSULSEL.COM, Luwu – Korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu terus bertambah menjadi 14 orang meninggal dunia.

Tim SAR Gabungan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu melaporkan update data terbaru malam ini pukul 23.00 WITA, menyebutkan jumlah korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Kecamatan latimojong sebanyak 8 orang.

“Satu korban meninggal dunia kembali ditemukan atas nama Sampe umur 55 tahun,” ujar Sekretaris BPBD Luwu, Aminuddin Alwi.

“Tim SAR Gabungan bersama masyarakat setempat juga menemukan 6 orang korban meninggal dunia, korban banjir di Kecamatan Suli Barat. Yakni, 4 korban meninggal dunia warga Desa Poringan dan 2 korban meninggal dunia warga Desa Kaili,” lanjut Aminuddin Alwi.

Baca juga : Luwu Diterjang Banjir Bandang, Tim Evakuasi Kesulitan Jangkau Lokasi

Hingga malam ini tercatat 14 orang sudah meninggal dunia dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor di Luwu.

Selain korban meninggal dunia, data yang masuk ke BPBD Luwu tercatat 60 orang mengungsi di Masjid Pajang Kecamatan Latimojong. 30 orang mengungsi di Masjid Malela, 25 orang mengungsi di Masjid Cimpu, sebagian mengungsi ke rumah keluarganya.

“Hingga saat ini kami mencatat 103 rumah mengalami rusak berat. 42 rumah hanyut di Kecamatan Suli Barat dan ratusan rumah terendam banjir,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Penjabat (PJ) Bupati Luwu, H Muhammad Saleh dan Penjabat (PJ) Walikota Palopo, Asrul Sani, didampingi Kapolres Luwu, AKBP Arisandi, Pabung Luwu, Letkol Suparman, Sekda Luwu, H Sulaiman, Kepala Bappelitbangda, meninjau lokasi banjir bandang di Kecamatan Suli dan Sulit Barat.

Baca juga : Korban Longsor Bastem Utara 14 Orang, 4 Meninggal Dunia

Melihat kondisi di lapangan, mereka meminta dan sepakat mengambil langkah cepat penanganan pasca banjir bandang termasuk longsor di Kecamatan Latimojong. Baik itu penanganan korban maupun perbaikan infrastruktur dan rumah warga.

“Kami turut berduka atas kejadian ini, apalagi laporan dari BPBD ada 7 korban meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Kecamatan latimojong dan 2 korban banjir di Suli Barat, sementara dalam pencarian,” ujar Muhammad Saleh.

“Kita dibantu Pemerintah Kota Palopo, bersama saya di lapangan ada PJ Wali Kota Palopo, Kapolres Luwu, Pak Sekda. Kami sudah koordinasi dengan tim agar melakukan langkah cepat penanganan pasca banjir,” ujarnya.

Muhammad Saleh juga menyampaikan, dirinya sudah memerintahkan Kepala Bappelitbangda, PUPR, Dinas Sosial, BPBD, Dinas Kesehatan, Perkim, PDAM, pemerintah kecamatan dan desa setempat agar mempercepat pemulihan kondisi. Baik kondisi kesehatan para korban yang selamat termasuk perbaikan infrastruktur fasilitas pemerintah yang rusak dan rumah para korban.

Baca juga berita di Google News