SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Kementerian Agama RI menegaskan komitmennya terhadap isu lingkungan melalui pendekatan ekoteologi dalam sebuah kuliah umum yang digelar di Aula IAI DDI Sidrap pada Sabtu (19/07/2025).
Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Bunyamin Yafid, menyampaikan pentingnya menjadikan ekoteologi sebagai bagian dari kesadaran iman, bukan sekadar wacana akademik.
Mengangkat tema “Penguatan Ekoteologi sebagai Program Prioritas Kementerian Agama RI,” kuliah umum ini mengulas hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan dalam bingkai keimanan.
“Sejak zaman Yunani kuno, para filsuf telah memikirkan alam secara mendalam. Pertanyaan tentang ‘apa itu yang ada’ menjadi awal refleksi eksistensial manusia terhadap alam semesta,” jelas Bunyamin sembari memaparkan konsep filsafat tentang wujud dan mawjud.
Ia menekankan bahwa dalam Islam, menjaga kelestarian alam merupakan bentuk tanggung jawab spiritual. Alam bukan musuh atau objek eksploitasi, melainkan amanah yang harus dijaga.
“Agama harus menjadi kekuatan moral yang mengarahkan manusia untuk hidup harmonis dengan alam,” ungkapnya.
Bunyamin mengajak mahasiswa IAI DDI Sidrap menjadi pionir dalam menyuarakan nilai-nilai ekoteologi Islam, baik di ranah akademik maupun sosial.
“Sudah saatnya kita mengubah cara pandang. Alam bukan sekadar sumber daya, tapi sahabat hidup yang harus dihargai,” katanya.
Menurutnya, bersahabat dengan alam berarti hidup dalam keseimbangan, tidak rakus, dan menyadari bahwa bumi ini adalah titipan bagi generasi mendatang.
Kuliah umum ini menjadi pengingat bahwa peran agama tidak hanya terbatas pada aspek ritual, tetapi juga harus menyentuh isu-isu ekologis demi keberlanjutan kehidupan umat manusia.












