SINDOSULSEL.COM, Makassar – Sebuah langkah baru dalam pengembangan olahraga sunnah di Indonesia resmi dimulai melalui kegiatan Fun Riding Endurance bertema “Merajut Ukhuwah, Menghidupkan Sunnah” yang diselenggarakan oleh Serikat Memanah Berkuda Indonesia (SERAMBI).
Kegiatan yang digelar di awal tahun 2026 ini tidak hanya menjadi ajang olahraga berkuda, tetapi juga menandai deklarasi resmi lahirnya SERAMBI sebagai sebuah paguyuban yang berfokus pada pembinaan, persatuan, dan dakwah melalui olahraga sunnah.
Inisiatif pembentukan SERAMBI bermula dari tiga tokoh utama, yaitu Andi Bathilar, Alhabsi dari TSAVAC Indonesia, dan Haidir Daeng Raja dari Fawwaz Stable.
Ketiganya menggagas terbentuknya sebuah paguyuban berkuda dengan visi yang terarah, berlandaskan ukhuwah, dan menjunjung nilai-nilai sunnah.
Setelah arah dan visi misi disepakati, ketiga inisiator tersebut kemudian mengajak dua rekan lainnya, yakni Mukhlis dan Haris Malewa, untuk turut bergabung.
Dari sinilah struktur awal paguyuban mulai terbentuk, sebelum akhirnya berkembang dengan melibatkan berbagai stable atau istal kuda untuk memperkuat kolaborasi.
SERAMBI kemudian diposisikan sebagai ruang pembinaan, tempat menyatukan ukhuwah dan dakwah, sekaligus gerbang lahirnya generasi yang menghidupkan nilai-nilai sunnah dalam kehidupan.
Kegiatan Fun Riding Endurance perdana ini diikuti oleh 20 atlet berkuda dengan total 10 ekor kuda yang berasal dari berbagai stable.
Rinciannya meliputi Fawwaz Stable Gowa (lima kuda), AHA Stable Gowa (satu kuda), Bani Stable Maros (satu kuda), Rewa Stable Makassar (satu kuda), serta dua kuda dari stable di Makassar yang masih dalam tahap pengembangan.
Dari total peserta tersebut, terdapat tujuh atlet yang masih berstatus pelajar. Hal ini menunjukkan adanya potensi regenerasi atlet berkuda sejak dini.
Meskipun target awal menghadirkan 15 ekor kuda, capaian 10 kuda dalam kegiatan perdana ini dinilai sebagai awal yang sangat positif dan mencerminkan antusiasme yang tinggi dari komunitas berkuda.
Rute kegiatan dimulai dari Fawwaz Stable di wilayah Japing, Pattallassang pada pukul 08.00 WITA dan berakhir di Villa Bollangi Sky Land sekitar pukul 10.00 WITA, dengan total jarak tempuh sekitar 20 kilometer.
Para peserta kemudian kembali ke titik awal sebagai bagian dari rute endurance yang telah ditentukan.
Suasana kegiatan berlangsung lancar dengan antusiasme yang tinggi, tidak hanya dari peserta dan panitia, tetapi juga dari masyarakat sekitar yang turut menyaksikan iring-iringan para penunggang kuda di sepanjang rute.
Keunikan tersendiri terlihat dari seluruh atlet yang mengenakan pakaian adat Makassar yang disponsori oleh Aulaya Jas, sehingga menambah nilai kultural dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Dalam keterangannya, salah satu inisiator, Andi Bathilar, menegaskan bahwa SERAMBI memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar komunitas olahraga.
“SERAMBI ini kami hadirkan bukan sekadar sebagai komunitas berkuda, tetapi sebagai ruang pembinaan. Kami ingin menghadirkan tempat di mana orang bisa belajar, bertumbuh, dan merasakan kuatnya ukhuwah dalam suasana yang positif,” ujar Andi Bathilar.
“Melalui kegiatan seperti Fun Endurance ini, kami ingin menunjukkan bahwa berkuda bukan hanya tentang olahraga, tapi juga bagian dari membangun karakter dan menghidupkan nilai-nilai sunnah dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah ini baru langkah awal, dan kami berharap ke depan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” tambahnya.
Pihak penyelenggara menilai bahwa kegiatan ini menjadi salah satu Fun Endurance dengan jumlah peserta terbanyak di awal tahun 2026, dan berencana menjadikannya sebagai agenda rutin bulanan dengan skala yang terus berkembang.
“Insyaallah ke depan, SERAMBI juga akan aktif turun ke masyarakat melalui kegiatan edukasi dan dakwah guna memperkenalkan olahraga berkuda sebagai bagian dari gaya hidup yang positif dan bernilai. Dengan langkah awal ini, SERAMBI diharapkan dapat menjadi wadah yang berkelanjutan dalam membangun generasi yang kuat, beradab, dan memiliki keterikatan dengan nilai-nilai sunnah dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Andi Bathilar.












