SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Suasana penuh khidmat menyelimuti kegiatan Manasik Umrah Akbar yang digelar di Villa An-Nur Maarif, Kelurahan Arawa, Kecamatan Wattangpulu, Kabupaten Sidrap pada Sabtu (15/07/2025).
Sebanyak 433 calon jamaah Umrah dari PT An-Nur Maarif mengikuti pembekalan intensif sebagai bagian dari persiapan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci pada Senin (21/07/2025).
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk perwakilan Kementerian Agama pusat dan daerah. Hadir pula Staf Khusus Kementerian Agama, Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Sulsel, serta pejabat dari Pemkab Sidrap.
Dalam sambutannya, perwakilan Pemkab Sidrap menyampaikan apresiasi atas konsistensi PT An-Nur Maarif dalam memberikan layanan yang amanah dan profesional tanpa mencatat satu pun keluhan selama lebih dari dua dekade. Ia berharap biro ini menjadi teladan bagi lembaga lain di sektor pelayanan ibadah.
Pihak Kemenag Sulsel juga memberikan pengakuan bahwa PT An-Nur Maarif adalah mitra strategis yang telah berperan aktif mendampingi jamaah Umrah secara berkelanjutan. Pihaknya menekankan pentingnya prinsip “lima pasti” dalam memilih biro Umrah, yakni:
-
Pasti berizin resmi
-
Pasti jadwal berangkat dan pulang
-
Pasti tiket pesawat
-
Pasti hotel di Mekkah dan Madinah
-
Pasti visa resmi
Staf Khusus Kemenag menyampaikan bahwa keberhasilan layanan ibadah skala besar memerlukan niat yang tulus dan sistem kerja yang terorganisir.
Ia memuji keunggulan internal PT An-Nur Maarif, termasuk kehadiran tim operasional tetap di Arab Saudi yang menjamin kelancaran perjalanan jamaah.
Menurutnya, struktur biro yang solid memastikan respons cepat atas kendala seperti keterlambatan, kesalahan bagasi, dan gangguan teknis lainnya.
Hal ini membangun kepercayaan jamaah bahwa setiap tahapan perjalanan mereka dikawal dengan cermat.
Direktur PT An-Nur Maarif menegaskan bahwa seluruh aspek perjalanan jamaah, mulai dari tiket, penginapan, visa, hingga pendampingan selama berada di Tanah Suci telah dipastikan siap. Fokus utama biro adalah memastikan jamaah dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk.
Kegiatan manasik ini sendiri mencakup simulasi rangkaian ibadah, pengenalan tata cara ihram, serta pembekalan adab dan sikap selama di Tanah Suci.
Dengan panduan dari pembimbing bersertifikat, para jamaah dibimbing tidak hanya secara teknis, tetapi juga spiritual.
Di akhir kegiatan, seluruh pihak berharap agar perjalanan ibadah ini berlangsung lancar dan jamaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, membawa nilai ibadah yang berdampak positif bagi lingkungan keluarga dan masyarakat.












