Sidrap

Listrik Masuk Sawah, Inisiatif Syaharuddin Alrif untuk Petani Sidrap

×

Listrik Masuk Sawah, Inisiatif Syaharuddin Alrif untuk Petani Sidrap

Sebarkan artikel ini
Listrik Masuk Sawah, Inisiatif Syaharuddin Alrif untuk Petani Sidrap

SINDOSULSEL.COM, Sidrap –  Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang juga bakal calon Bupati Sidrap periode 2024-2029, H. Syaharuddin Alrif, yang diusung oleh Partai Nasdem, kembali muncul di sejumlah media pada Kamis, (18/07/2024).

Pasalnya, Program Listrik Masuk Sawah yang ia inisiasi sejak tahun 2019 sangat membantu para petani di lahan tadah hujan.

Syaharuddin Alrif mengungkapkan bahwa ada kurang lebih 31 ribu hektare lahan tadah hujan di Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan, yang akan dialiri listrik. Program tersebut saat ini sudah mulai berjalan di beberapa desa.

“Dalam waktu dekat ini, kita akan meluncurkan Program Listrik Masuk Sawah di wilayah Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Sidrap,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa program listrik masuk sawah sudah dipikirkan sejak tahun 2019 lalu, saat ia menggeluti perkebunan Porang di wilayah Ponrangae, Kecamatan Pitu Riawa.

“Sejak itu, saya terinspirasi karena melihat beberapa hamparan persawahan yang terairi air dari sumur bor dekat perkebunan yang telah terpasangi aliran listrik,” ujarnya.

Syaharuddin menggambarkan bahwa sawah tadah hujan di Sidrap yang mencapai 31 ribu hektare bisa berproduksi dengan baik serta mengurangi biaya produksi.

Contohnya, jika biaya produksi mulai dari penggarapan hingga panen per hektare sebesar Rp14 juta, dapat ditekan hingga Rp11 juta dengan hadirnya listrik masuk sawah.

“Itu biaya BBM dan gas melon untuk mesin pompanisasi yang hampir mencapai Rp4,8 juta. Kalau listrik paling banyak Rp1,8 juta. Jadi ada pengurangan biaya sebesar Rp3 juta per hektare,” tuturnya.

Jika dikalkulasikan secara keseluruhan dengan luas 31 ribu hektare lahan tadah hujan, maka biaya produksi bisa ditekan hingga Rp93 miliar.

Hal itu, kata Syaharuddin, baru menekan biaya produksi.

Namun jika Program Listrik Masuk Sawah berhasil secara keseluruhan, maka otomatis produksi hasil pertanian juga akan bertambah seiring adanya kelancaran distribusi pupuk.

Bayangkan jika setiap musim panen dalam satu hektare hasil pertanian meningkat 2 ton, dari 5 ton menjadi 7 ton. Jadi ada peningkatan sekitar Rp6 juta per musim.

“Jika dua kali musim tanam setiap tahun, berarti peningkatan hasil pertanian mencapai Rp12 juta per hektare. Jadi secara keseluruhan, dari 31 ribu hektare lahan tadah hujan bisa mencapai Rp372 miliar setiap tahun,” tandasnya