SINDOSULSEL.COM, Makassar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 113 Universitas Hasanuddin di Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, menyerahkan biang PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) kepada warga setempat.
Produk ini merupakan hasil dari sosialisasi pembuatan dan pemanfaatan JAKABA (Jamur Keberuntungan Badi) serta PGPR yang telah dilakukan pada 17 Januari 2025.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai pembuatan serta manfaat PGPR dan JAKABA dalam dunia pertanian.
PGPR sendiri adalah mikroorganisme yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan memperbaiki kualitas tanah serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Dengan penggunaan PGPR, petani diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian secara lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selain itu, JAKABA diperkenalkan sebagai jamur yang berperan dalam mendukung pertumbuhan tanaman melalui simbiosis dengan akar.
Kombinasi antara PGPR dan JAKABA diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan serta produktivitas pertanian di wilayah Tamaona.
Ardy Arfandi, penanggung jawab kegiatan, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk membantu petani lokal mengadopsi teknologi pertanian yang lebih alami.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan JAKABA dan PGPR guna meningkatkan hasil pertanian mereka dengan metode yang lebih berkelanjutan,” ungkapnya.
Kepala Kelurahan Tamaona, Muhammad Yusuf, turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKNT Unhas.
“Kami sangat menghargai bantuan dari mahasiswa Universitas Hasanuddin. Semoga teknologi ini bisa memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di wilayah kami,” ujarnya.
Penyerahan biang PGPR ini diharapkan menjadi langkah awal bagi warga Tamaona dalam menerapkan teknologi ramah lingkungan guna mencapai pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.












