PendidikanSidrap

Mahasiswa PPG UMS Rappang Raih Medali Emas Smart Student of Indonesian Competition

×

Mahasiswa PPG UMS Rappang Raih Medali Emas Smart Student of Indonesian Competition

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa PPG UMS Rappang Raih Medali Emas Smart Student of Indonesian Competition

SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Mutiara, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), berhasil meraih medali emas pada kompetisi tingkat nasional bertajuk Smart Student of Indonesian Competition (SSID) 2026.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi Mutiara secara pribadi, melainkan juga bagi lingkungan kampus.

Saat dikonfirmasi mengenai keberhasilannya pada Kamis (05/03/2026), Mutiara mengungkapkan bahwa di balik medali emas itu terdapat perjuangan panjang yang harus ia lalui sebagai mahasiswa PPG sekaligus ibu dari dua anak.

Persiapan mengikuti kompetisi nasional tersebut diakuinya tidaklah mudah.

Mutiara harus pintar membagi waktu antara menuntaskan tugas perkuliahan, mempersiapkan diri untuk lomba, serta menjalankan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.

“Sebagai mahasiswa PPG sekaligus seorang ibu dengan dua anak, persiapan saya bukan hanya soal belajar, tetapi juga menaklukkan keterbatasan waktu dan tenaga. Saya belajar saat anak-anak tidur, dan di siang hari tetap menyiapkan kebutuhan mereka,” ujar Mutiara.

Menurutnya, mengikuti olimpiade nasional merupakan bagian dari upaya pengembangan diri.

Melalui latihan dan simulasi soal secara rutin, ia dapat mengidentifikasi kelemahan untuk kemudian memperdalam materi yang belum dikuasai.

“Tantangan terberat adalah mengatur waktu dan energi. Tugas kuliah, praktikum, dan persiapan lomba sering kali datang bersamaan. Ada momen merasa sangat lelah dan hampir menyerah,” ungkapnya.

Meski begitu, ia mengaku terus mengingat alasan utamanya berjuang, yakni keluarga dan cita-citanya menjadi guru profesional.

Ia juga memiliki keinginan kuat untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencetak prestasi.

Strategi yang diterapkan Mutiara terbilang sederhana, yakni konsisten belajar setiap hari, memanfaatkan waktu senggang secara efektif, serta menjaga kesiapan mental.

“Saya selalu mengingat alasan saya berjuang, anak-anak saya dan impian menjadi guru. Itu yang membuat saya tetap melangkah meski dalam kondisi lelah,” ucapnya.

Momen pengumuman sebagai peraih medali emas menjadi pengalaman emosional baginya.

Baca  FIK-FEB UMS Rappang Bahas Tindak Lanjut Hasil Audit Mutu Internal

Mutiara mengaku tak kuasa menahan air mata saat namanya disebut sebagai pemenang.

“Saya menangis bukan hanya karena bahagia, tetapi karena semua pengorbanan terbayar. Rasanya luar biasa bisa membuktikan bahwa menjadi ibu dan mahasiswa bukan halangan untuk berprestasi,” tuturnya.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan keluarga serta pihak kampus.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dosen, serta pengelola PPG di UMS Rappang yang telah memberikan motivasi dan fasilitas selama persiapan kompetisi.

Bagi Mutiara, medali emas ini bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan bukti nyata bahwa konsistensi dan kerja keras akan membuahkan hasil.

Ia berharap prestasinya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan memikul tanggung jawab besar.

“Jangan takut mencoba. Jangan biarkan keterbatasan menghentikan mimpi. Setiap usaha, sekecil apa pun, pasti berarti,” pesan Mutiara.

Ke depan, ia berkomitmen untuk terus mengembangkan kompetensi agar bisa menjadi guru yang tidak hanya sekadar mengajarkan materi, tetapi juga mampu menanamkan nilai ketekunan, kerja keras, dan rasa percaya diri kepada para peserta didik.

Sementara itu, Rektor UMS Rappang, Prof. Jamaluddin Ahmad, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian tersebut.

Menurutnya, prestasi Mutiara membuktikan bahwa mahasiswa UMS Rappang mampu bersaing di kancah nasional.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kita memiliki kualitas dan daya saing. Ini juga menjadi contoh tidak hanya bagi mahasiswa PPG, tetapi seluruh mahasiswa di berbagai program studi dan fakultas,” ujarnya.

Prof. Jamaluddin berharap kisah perjuangan Mutiara dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani mencoba dan mengukir prestasi meski di tengah berbagai keterbatasan.

“Jangan pernah merasa kecil karena keterbatasan. Dengan kerja keras, konsistensi, dan dukungan yang tepat, prestasi di tingkat nasional bahkan internasional dapat diraih,” pungkasnya.