Sidrap

Mahasiswa UMS Rappang Cerita Pengalaman KKN Internasional di Malaysia

×

Mahasiswa UMS Rappang Cerita Pengalaman KKN Internasional di Malaysia

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UMS Rappang Cerita Pengalaman KKN Internasional di Malaysia

SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Nurfatimah (20), tampil sebagai pembicara dalam kegiatan pembekalan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemitraan Internasional yang diselenggarakan oleh LPTK Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak Indonesia yang bermukim di Malaysia.

Program ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman bagi mahasiswa yang sebelumnya telah mengikuti KKN Internasional, sekaligus mempersiapkan peserta baru yang akan berangkat ke luar negeri.

Sejumlah dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia ikut ambil bagian dalam program yang berlangsung selama sekitar satu bulan ini.

Nurfatimah, yang merupakan alumni angkatan ke-11 KKN Internasional, berbagi cerita dan testimoni pada pembekalan untuk angkatan ke-13.

Baca  UMS Rappang Gelar Technical Meeting English Competition 2026

Dalam pemaparannya, ia menyampaikan pesan dan kesan selama menjalani KKN di Kuala Lumpur.

Ia menekankan pentingnya memperkenalkan nilai-nilai kebhinekaan kepada anak-anak Indonesia di luar negeri dan berpesan agar peserta KKN dapat memberikan versi terbaik dari dirinya dalam setiap kegiatan yang dijalani.

“Saya berharap mahasiswa yang mengikuti program ini bisa ‘meng-Indonesia-kan’ anak-anak Indonesia di Malaysia. Mereka perlu dikenalkan dengan keberagaman budaya, bahasa, dan karakter bangsa Indonesia, meskipun tinggal di luar negeri,” ujar Nurfatimah.

Sementara itu, Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UMS Rappang, Jumiati, menyampaikan harapannya agar program KKN Internasional ini bisa terus berlanjut setiap tahun.

Ia juga mendorong semakin banyak mahasiswa dan dosen dari prodi Bahasa Indonesia yang dapat lolos seleksi dan aktif berkontribusi dalam program yang membanggakan ini.