SINDOSULSEL.COM, Makassar – Mantan Bupati Sinjai, Andi Seto Ghadista Asapa yang lebih dikenal dengan sebutan ASA, mulai membidik Pilkada Makassar, dia bahkan telah mengambil formulir pendaftaran di Kantor PDIP Makassar, Senin (13/5/2024).
Andi Seto Asapa (ASA) diwakili juru bicaranya, Muh Awaluddin Mangantarang, dan sejumlah simpatisannya mendatangi kantor PDIP Makassar di Jalan Serigala, Makassar.
”Kami datang diamanahkan mewakili Pak Andi Seto Asapa untuk mengambil formulir pendaftaran Pilkada Makassar yang dilaksanakan oleh PDI Perjuangan,” kata Liaison Officer (LO), ASA, Awaluddin Mangantarang yang juga Juru Bicara Bupati Sinjai 2018-2023 tersebut.
Baca juga: Ingin RPG Maju Pilkada Makassar, Puluhan Kader-Simpatisan Ambil Formulir Tepat di HUT
Dia menyebutkan, Andi Seto bukanlah orang baru di PDI Perjuangan, sehingga tidak lengkap jika tidak mendaftar di partai besutan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri itu.
“Pak Seto ini bukan orang lain di PDI Perjuangan, ibaratnya beliau kembali ke rumah sendiri, atau ibarat banteng pulang kandang,” ujar Awal saat hadir di Kantor PDI Perjuangan Makassar.
Awal menyebutkan bahwa jika ingin maju di Pilkada Makassar maka tidak akan lengkap jika tidak ikut mendaftar di PDI Perjuangan.
“Beliau merasa tidak lengkap maju di Pilkada Makassar, kalau tidak bersama berjuang dengan PDI Perjuangan, mengingat almarhum ayahandanya Andi Rudiyanto Asapa adalah salah satu tokoh yang pernah di PDI waktu itu, banyak history keluarga Pak Andi Seto dengan tokoh-tokoh PDIP di zaman itu,” bebernya.
Baca juga: Bidik Pilkada Makassar, Risfa Mantap Daftar di PDIP
Yang pasti kata mantan Sekretaris PW IWO Sulawesi Selatan itu, Andi Seto Asapa akan siap mengikuti proses dan tahapan pilkada, mulai dari tahapan penjaringan di DPC, tahap penyaringan di DPD sampai proses akhir di DPP PDI Perjuangan.
Kedatangan perwakilan Andi Seto Gadhista Asapa diterima langsung oleh Ketua Tim Penjaringan DPC PDI Perjuangan Pilkada Makassar Raisuljaiz bersama tim penjaringan lain, seperti William, Muhammad Nursalam, Ais Sakar, Syamsuddin Badabi dan Marthen.
“Pak Seto ini pengambil formulir yang ke tujuh setelah Muhammad Surya, Nasrun, Jabal Nur, Indira Yusuf Ismail, Risfayanti Muin dan Rudy P Goni,” tandas Rais.
(*)












