Makassar

Masukkan Ketua RT ke Grup, Babinsa dan Lurah Wajo Baru Adu Argumen

×

Masukkan Ketua RT ke Grup, Babinsa dan Lurah Wajo Baru Adu Argumen

Sebarkan artikel ini
Masukkan Ketua RT ke Grup, Babinsa dan Lurah Wajo Baru Adu Argumen

SINDOSULSEL.COM, Makassar – Harmonisasi Tiga Pimpinan Kelurahan (3 Pilar) di Kelurahan Wajo Baru, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, kini tengah menjadi sorotan dan dikhawatirkan dapat menghambat jalannya program kerja di wilayah tersebut.

Pemicunya diduga berasal dari sikap oknum Lurah setempat yang dinilai arogan karena menegur mitra kerjanya secara terbuka di dalam sebuah grup WhatsApp tanpa alasan yang mendasar.

Insiden adu argumen di ruang digital ini dibenarkan oleh Babinsa Kelurahan Wajo Baru, Sertu Akbar.

Hal tersebut ia ungkapkan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (25/10/2026) malam. Menurut penuturannya, ketegangan ini bermula dari instruksi terkait pengaktifan posko di wilayah kerja mereka.

Saat itu, Lurah Wajo Baru memerintahkan jajaran 3 Pilar, termasuk Babinsa, Binmas, RT/RW, dan Linmas,untuk segera mengaktifkan Posko Mitigasi Kontainer. Rencananya, kegiatan tersebut akan didokumentasikan sebagai bahan laporan kepada Camat Bontoala.

Merespons instruksi tersebut, Sertu Akbar langsung bergerak mengecek daftar anggota yang tergabung di dalam grup WhatsApp RT/RW Kelurahan Wajo Baru.

Dalam penelusurannya, ia menemukan fakta bahwa Ketua RT 03 RW 02 atas nama Syamsunar belum dimasukkan ke dalam grup koordinasi tersebut.

“Dengan sigap, saya langsung memasukkan Ketua RT 03 RW 02 atas nama Syamsunar ke grup RT/RW. Tujuannya murni demi kelancaran arus informasi dan komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga Kelurahan Wajo Baru,” ungkap Sertu Akbar.

Baca  HUT TNI Ke-81, Letkol Inf Windra: Jangan Pernah Sakiti Hati Rakyat

Namun, langkah inisiatif Babinsa tersebut ternyata dinilai terlalu lancang oleh sang Lurah.

Lurah Wajo Baru merasa keberatan karena Sertu Akbar memasukkan anggota baru ke grup tanpa meminta izin atau melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepadanya.

Di dalam grup WhatsApp yang disaksikan banyak anggota itu, Lurah langsung melayangkan teguran keras.

“Lain kali kalau ada yang ingin dilakukan, laporkan dulu sama Lurah utamanya di grup ini. Jangan seenaknya, kalau begini tidak ada budaya saling menghargai, Boss. Buat semua, ingat budaya Kelurahan Wajo Baru: Sipakainge, Sipakatau, Sipakalebbi. Ini semboyan kalau orang punya adat,” tulis Lurah Wajo Baru di dalam grup tersebut.

Mendapat teguran terbuka, Sertu Akbar tidak tinggal diam.

Ia membalas pesan tersebut dengan mempertanyakan letak kesalahannya sehingga ia dianggap tidak menghargai pimpinan kelurahan.

“Saya sampaikan ke Bu Lurah, yang saya lakukan dan tidak menghargainya di mana? Apa salahnya kalau saya memasukkan seorang RT yang memang sah dipilih oleh warga? Justru yang saya tanyakan, maksud dan tujuan Ibu Lurah apa sehingga tidak sedari awal memasukkan ketua RT terpilih ke dalam grup?” tegas Sertu Akbar.

Sementara itu, Lurah Wajo Baru, A. Asma, hingga berita ini ditayangkan belum memberikan keterangan atau klarifikasi resmi.

Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media melalui pesan WhatsApp terkait dugaan sikap arogansinya di grup tersebut belum mendapatkan balasan.