SINDOSULSEL.COM – PINRANG-Material longsor menutupi jalan penghubung antar Kelurahan Betteng dengan Desa Suppirang dan Desa Sali Sali serta Desa Lembang Mesakada.
Kepala Desa Lembang Mesakada, Upa, mengatakan, tertutupnya jalan tersebut berdampak pada ribuan warga yang ada di desa Suppirang, Desa Sali Sali serta Beberapa dusun di Desa Lembang Mesakada.
“Sekira 600 Kepala Keluarga atau sekira 1.000 jiwa yang ada di dua desa tersebut terdampak,” kata dia saat ditemui minggu, (12/5/2024).
Warga yang hendak beraktifitas di luar dua desa tersebut harus melalui Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi barat. “Jaraknya ada 20 kilometer dari dua desa tersebut yang terisolasi ini,” lanjut Upa.
Baca juga : Hanyut Terbawa Air Satu Warga Pinrang Meninggal Dunia
Menurut dia, saat longsor terjadi 7 Mei lalu itu, juga berdampak ke warga di Dusun Mada, Desa Blang Mesakada. “Di Dusun Mada, ada rumah warga yang tertimpa longsor, serta dua unit motor dan jembatan putus,” katanya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pinrang, Rhommy RM Manule, mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mobilisasi alat berat ke lokasi untuk menggeser material longsor
“Dalam waktu yang tidak terlalu lama, alat berat akan tiba di lokasi tersebut,” katanya. Masyarakat kata dia diminta bersabar dengan kondisi itu. “Kami pastikan pemerintah senantiasa hadir dan berbuat untuk masyarakat,” ujarnya.
Alat berat milik Pemkab Pinrang sebelumnya digunakan untuk membersihkan material longsor yang juga terjadi di Desa Ulu Saddang.
“Kita berharap, kondisi cuaca terus membaik agar akses ke lokasi longsor dapat dilalui alat berat,” tutupnya.
Baca juga berita di Google News












