SIDRAP, sindosulsel.com – Sebuah kisah inspiratif datang dari pelaksanaan audisi Dangdut Academy 8 (DA8) Indosiar yang digelar di aula Kantor Bupati Sidrap pada Sabtu (25/04/2026).
Di tengah ribuan peserta yang memadati lokasi, satu sosok remaja bernama I Tikka berhasil mencuri perhatian dan menggetarkan hati banyak orang.
Remaja berusia 13 tahun tersebut bukanlah peserta biasa. Di antara deretan calon bintang yang hadir, langkahnya mungkin tak terlihat mencolok, tetapi ia tampil sebagai simbol keteguhan yang nyata.
Terlahir dengan keterbatasan penglihatan, I Tikka tidak pernah melihat dunia dalam wujud warna, namun ia justru mampu “melihat” dan mengejar mimpinya dengan sangat jelas melalui keindahan suaranya.
Berdasarkan data pendaftaran, I Tikka merupakan warga yang berasal dari Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.
Ia tercatat hanya mengenyam pendidikan hingga tamat Sekolah Dasar (SD).
Namun, di balik riwayat singkat pemilik nomor peserta SDP 0364 tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang penuh dengan kesabaran dan ketegaran.
Bakat menyanyinya diketahui telah terlihat sejak ia masih kecil. Sang ibu, I Lia, menjadi saksi pertama bagaimana putrinya itu lebih dulu mengenal nada ketimbang huruf.
Dengan penuh kasih sayang, sang ibu pulalah yang menuntun dan membantunya mengisi formulir pendaftaran audisi tersebut.
“Ia memang suka menyanyi dari kecil,” tutur I Lia dengan suara lirih namun memancarkan kebanggaan di sela-sela antrean audisi.
Ketika berada di atas panggung penyeleksian, segala keterbatasan fisik itu seolah runtuh tak bersisa.
I Tikka tampil dengan penuh percaya diri dan membiarkan kualitas suaranya yang berbicara.
Setiap nada yang ia lantunkan bukan sekadar unjuk teknik vokal, melainkan ungkapan jiwa tentang harapan, perjuangan, dan mimpi yang tak pernah padam.
Penampilan memukaunya itu sukses memikat hati juri, Selfi Yamma. Kualitas vokal I Tikka membuat penyanyi jebolan Liga Dangdut tersebut tanpa ragu meloloskannya ke tahap seleksi berikutnya.
Hal ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Pasalnya, dari sekitar seribuan peserta yang datang dari berbagai daerah, seperti Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, hingga Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, hanya segelintir orang yang mampu melangkah lebih jauh.
Lebih membanggakan lagi, I Tikka dipastikan menjadi satu dari tiga perwakilan sementara asal Kabupaten Sidrap yang sukses menembus tahap selanjutnya.
Audisi yang berlangsung selama satu hari penuh itu memang dipadati oleh pendaftar dari berbagai penjuru, mulai dari Parepare, Pinrang, Enrekang, Barru, hingga Makassar.
Antusiasme yang membeludak membuat proses seleksi harus berlangsung hingga malam hari, sebelum akhirnya rangkaian audisi dilanjutkan di Kota Makassar pada keesokan harinya.
Di tengah riuhnya persaingan dan ambisi para peserta, kisah I Tikka menghadirkan makna yang jauh lebih dalam.
Ia tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang, bahwa keterbatasan bukanlah sebuah akhir, melainkan cara lain untuk membuktikan kemampuan diri.
Kini, langkah besar berikutnya tengah menanti I Tikka. Jalan menuju panggung utama di Jakarta tentu masih panjang.
Dukungan, doa, dan semangat dari seluruh masyarakat, khususnya warga Sidrap dan sekitarnya, menjadi harapan besar baginya untuk terus melangkah maju.
Pada akhirnya, panggung gemerlap bukan hanya milik mereka yang terlahir sempurna secara fisik, tetapi juga milik mereka yang memiliki keberanian untuk bermimpi dan memperjuangkannya dengan sepenuh hati.












