Sidrap

Misteri Kematian Napi Rutan Sidrap: Keterangan Polisi dan Karutan Berbeda, Ada Apa?

×

Misteri Kematian Napi Rutan Sidrap: Keterangan Polisi dan Karutan Berbeda, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Misteri Kematian Napi Rutan Sidrap: Keterangan Polisi dan Karutan Berbeda, Ada Apa?

SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Misteri kematian seorang narapidana kasus Undang-Undang ITE di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sidrap, Sulawesi Selatan, semakin menguat.

Hal ini seiring dengan munculnya perbedaan keterangan antara pihak kepolisian dan pihak rutan terkait insiden tersebut.

Korban yang diketahui bernama Muhammad Taufiq, warga Desa Bila, Kecamatan Pitu Riase, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (17/03/2026).

Korban diketahui baru menjalani masa hukuman sejak tahun 2024.

Kematian korban menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga setelah ditemukannya sejumlah luka lebam di tubuh jenazah.

Luka tersebut terlihat di bagian punggung, lengan, kepala, bibir pecah, hingga adanya bekas jeratan di leher.

Kondisi ini memicu desakan dari publik agar kasus tersebut diusut secara transparan dan menyeluruh.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Welfrick K. Ambarita, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menerima hasil visum terkait kematian korban.

Ia juga membantah telah melakukan penyelidikan secara bersama-sama dengan pihak rutan.

“Kami tidak pernah bersama-sama dengan pihak Rutan melakukan penyelidikan. Kami juga tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai hasil penyelidikan peristiwa tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh awak media pada Senin (23/03/2026).

AKP Welfrick mengungkapkan bahwa proses penyelidikan saat ini belum dapat dilanjutkan lantaran adanya penolakan autopsi dari pihak keluarga korban.

“Dari pihak keluarga ada pernyataan penolakan autopsi, sehingga sampai saat ini kami belum bisa melanjutkan langkah penyelidikan lebih jauh,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian sempat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) sebagai respons atas laporan dari masyarakat. Namun, saat petugas tiba di lokasi, korban sudah tidak berada di tempat.

Baca  Satlantas Sidrap Ingatkan Damkar: Cepat Saat Bertugas, Keselamatan Tetap Nomor Satu

“Kami datang ke TKP sebagai bentuk pelayanan atas laporan masyarakat, namun korban sudah tidak ada di lokasi, sehingga penanganan hanya berdasarkan keterangan saksi. Kami baru melihat jenazah di rumah duka,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap, Firmansyah, menyampaikan ungkapan dukacita mendalam atas meninggalnya Muhammad Taufiq.

Ia mengaku bahwa para petugas rutan sangat merasa kehilangan sosok almarhum, lantaran ia dikenal berperilaku baik dan kerap membantu petugas dalam melakukan pembinaan ibadah kepada sesama warga binaan.

Terkait kronologi kejadian, Firmansyah menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada Selasa (17/03/2026) sekitar pukul 09.30 WITA.

Saat itu, pihaknya mendapatkan laporan dari petugas blok mengenai adanya teman sekamar almarhum yang meminta tolong karena korban diduga melakukan percobaan bunuh diri.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, kami segera membawa korban ke klinik rutan. Namun, karena alat di klinik tidak memadai, selanjutnya kami larikan ke RS Nene Mallomo Sidrap untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelas Firmansyah.

Nahas, sekitar pukul 10.00 WITA, pihak rutan mendapatkan informasi dari tim medis klinik rutan yang berkoordinasi dengan rumah sakit bahwa Muhammad Taufiq telah dinyatakan meninggal dunia.

Menanggapi temuan sejumlah luka di tubuh korban, Firmansyah menepis dugaan adanya kekerasan.

“Menurut laporan tim medis kami bersama dokter RS Nene Mallomo, luka-luka (akibat penganiayaan) itu tidak ada. Kemungkinan besar luka tersebut adalah bekas ikatan tali saat hendak melakukan aksi gantung diri tersebut,” pungkas Karutan Sidrap itu.