Luwu

Nelayan Hilang di Tengah Cuaca Buruk Ditemukan Selamat

×

Nelayan Hilang di Tengah Cuaca Buruk Ditemukan Selamat

Sebarkan artikel ini
Nelayan Hilang di Tengah Cuaca Buruk Ditemukan Selamat
Alif, Nelayan yang sempat hilang telah ditemukan selamat

LUWU, sindosulsel.com – Seorang nelayan asal Dusun Ponrang, Desa Tirowali, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, dilaporkan hilang di perairan Teluk Bone usai terjatuh ke laut saat cuaca buruk melanda wilayah pesisir Luwu, Jumat (8/5/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Aldi (23). Ia sebelumnya pergi melaut bersama tiga rekannya menggunakan perahu bagang di perairan sekitar Pelabuhan Ulo-Ulo, Kecamatan Belopa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenri Esa menjelaskan, korban diduga jatuh ke laut sekitar pukul 04.00 WITA saat hendak berpindah dari perahu bagang ke perahu lainnya di tengah kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi.

“Menurut keterangan teman-temannya, saat korban terjatuh mereka sempat melemparkan pelampung dan jeriken untuk membantu korban bertahan di laut,” ujarnya.

Laporan hilangnya korban langsung ditindaklanjuti BPBD Luwu dengan melakukan koordinasi bersama Pos Unit Siaga SAR Palopo, Satuan Polairud Polres Luwu, serta keluarga korban.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Luwu juga diterjunkan untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Beruntung, setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh pemilik bagang bersama tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Luwu, Polairud, dan SAR Palopo.

“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Ini tentu berkat kerja cepat tim gabungan dan informasi dari para nelayan di lokasi,” kata Andi Baso Tenri Esa.

Di tengah proses pencarian nelayan tersebut, cuaca ekstrem juga dilaporkan memicu sejumlah bencana di wilayah Kabupaten Luwu.

Baca  Polres Luwu Salurkan Air Bersih di Desa Cumpu Utara

Banjir dilaporkan merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Larompong dan Larompong Selatan.

Beberapa desa yang terdampak banjir di antaranya Desa Rantebelu, Desa Sampano, Desa Riwang, Desa Riwang Selatan, serta wilayah Dadeko di Kecamatan Larompong Selatan.

Selain banjir, angin puting beliung juga dilaporkan menerjang kawasan pesisir Kelurahan Bonepute, Kecamatan Larompong Selatan.

Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan beberapa perahu nelayan dilaporkan rusak dihantam cuaca buruk.

Andi Baso Tenri Esa mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang bermukim di daerah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Luwu.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, angin puting beliung, serta gelombang tinggi di pesisir Teluk Bone. Nelayan diminta tidak memaksakan melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan,” tegasnya.

Ia juga meminta warga yang tinggal di daerah lereng dan bantaran sungai agar memperhatikan kondisi cuaca saat ini.

Jika terjadi hujan lebat yang berlangsung lama agar masyarakat diimbau segera mengungsi sementara apabila curah hujan meningkat dan debit air mulai naik.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan menunggu kondisi semakin parah baru melakukan evakuasi. Segera laporkan ke pemerintah desa atau BPBD jika terjadi kondisi darurat,” lanjutnya.

BPBD Luwu saat ini terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana serta bersiaga selama 24 jam untuk merespons laporan masyarakat.