EkobisSidrap

NSC Buka Bioskop Pertama di Pulau Sulawesi, Pilih Sidrap dengan Dua Studio

×

NSC Buka Bioskop Pertama di Pulau Sulawesi, Pilih Sidrap dengan Dua Studio

Sebarkan artikel ini
NSC Buka Bioskop Pertama di Pulau Sulawesi, Pilih Sidrap dengan Dua Studio

SIDRAP, sindosulsel.com – New Star Cineplex (NSC) resmi membuka jaringan bioskop pertamanya di Pulau Sulawesi dengan memilih Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sebagai lokasi ekspansi.

Bioskop tersebut dilengkapi dua studio dan mulai beroperasi pada Senin (31/08/2026) malam.

Peresmian NSC Bioskop Sidrap dirangkaikan dengan pemutaran film perdana yang diikuti masyarakat dan sejumlah undangan.

Masuknya jaringan NSC ke Sidrap tidak lepas dari inisiasi Pappi dan Dian yang mendorong hadirnya investor bioskop tersebut di daerah.

Perwakilan NSC, Himawan, mengatakan pembukaan jaringan di Sidrap diharapkan memberikan pilihan hiburan baru bagi masyarakat yang selama ini harus bepergian ke daerah lain untuk menonton bioskop.

“Masyarakat Sidrap tidak perlu lagi jauh-jauh ke daerah lain untuk menikmati film di bioskop. Kami hadir dengan konsep modern dan nyaman,” ujar Himawan.

Menurut dia, NSC saat ini telah berinvestasi di sekitar 40 lokasi di Indonesia dengan jaringan terbanyak berada di Pulau Jawa. Sidrap menjadi lokasi pertama NSC di Pulau Sulawesi.

“Ini merupakan NSC pertama di Pulau Sulawesi. Malam ini masyarakat Sidrap sudah bisa menikmati nonton perdana,” katanya.

Himawan berharap keberadaan bioskop juga dapat memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi daerah serta menarik pengunjung dari kabupaten sekitar.

Baca Juga : Temu Sinergi Pengusaha dan Jurnalis Bersama Kapolres Sidrap, Perkuat Kolaborasi untuk Daerah

“Kami berharap kehadiran NSC dapat menjadi destinasi wisata baru dan menarik wisatawan lokal maupun nasional untuk datang ke Sidrap. Mari terus nikmati film-film terbaik karya anak bangsa maupun film internasional,” ujarnya.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyambut hadirnya bioskop tersebut karena fasilitas hiburan serupa telah lama dinantikan masyarakat.

“Ini sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh orang Sidrap. Saya merasa senang dan bahagia dengan hadirnya usaha industri cinema dan hiburan di Kabupaten Sidrap,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, perkembangan suatu daerah tidak hanya dilihat dari indikator pertumbuhan ekonomi maupun penurunan angka kemiskinan. Ketersediaan ruang publik dan sarana hiburan juga dinilai menjadi bagian dari peningkatan kenyamanan masyarakat.

Ia menyebut taman, hutan kota, fasilitas olahraga, hingga bioskop menjadi salah satu kebutuhan yang perlu tersedia seiring perkembangan daerah.

Baca  Syaharuddin Alrif Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Kecamatan se-Sidrap

“Penduduk Sidrap sekitar 380 ribu orang. Mereka membutuhkan berbagai fasilitas, termasuk hiburan. Saya yakin hadirnya bioskop ini akan menjadi contoh bagi investor-investor lain untuk datang berinvestasi di Sidrap,” katanya.

Syaharuddin mengatakan masyarakat Sidrap sebelumnya harus bepergian ke Makassar maupun Wajo jika ingin menonton film di bioskop.

Dengan hadirnya NSC, ia berharap pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan hiburan dapat lebih banyak berputar di dalam daerah.

“Dulu orang Sidrap kalau mau nonton bioskop harus pergi ke Makassar atau Wajo. Sekarang saatnya orang Sidrap membelanjakan uangnya di Sidrap sendiri,” ujarnya.

Baca Juga : Aktivitas Pertanian Sidrap Tampil di APKASI Expo 2026, Tarik Perhatian Pengunjung

Syaharuddin mengatakan keberadaan bioskop sebenarnya bukan hal baru bagi Sidrap. Pada era 1990-an, fasilitas serupa pernah beroperasi di kawasan Rappang dan Pangkajene sebelum akhirnya tidak lagi bertahan.

“Hadirnya NSC Bioskop Sidrap menjawab tantangan perkembangan zaman. Ini menunjukkan Sidrap terus bergerak maju,” katanya.

Pemkab Sidrap, lanjut Syaharuddin, akan berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui pelayanan perizinan serta penyediaan infrastruktur pendukung, termasuk jalan dan penerangan.

“Pemda akan terus berupaya bagaimana mempermudah perizinan dan mendorong sarana serta prasarana. Kita ingin investasi semakin mudah masuk dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Operasional NSC Sidrap juga disebut telah menyerap sedikitnya 15 tenaga kerja.

Syaharuddin berharap masuknya industri hiburan dapat membuka peluang ekonomi lain, termasuk mendorong industri perfilman mengangkat sejarah, budaya, dan potensi Kabupaten Sidrap.

“Semoga ke depan ada produser film yang mengangkat sejarah Sidrap. Kita memiliki banyak cerita, budaya dan potensi yang bisa diperkenalkan melalui film,” tuturnya.

Peresmian NSC Bioskop Sidrap turut dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada Panti Asuhan Aisyiyah Sejahtera Pangkajene.

Dengan beroperasinya dua studio tersebut, masyarakat Sidrap kini memiliki alternatif hiburan bioskop di dalam daerah sekaligus menandai masuknya jaringan NSC pertama di Pulau Sulawesi.