Olahraga

Panahan Tradisional Bangkit! TSAVAC INDONESIA Harumkan Sulsel di FORNAS VIII Lombok

×

Panahan Tradisional Bangkit! TSAVAC INDONESIA Harumkan Sulsel di FORNAS VIII Lombok

Sebarkan artikel ini
Panahan Tradisional Bangkit! TSAVAC INDONESIA Harumkan Sulsel di FORNAS VIII Lombok

SINDOSULSEL.COM, Lombok – Tangis haru, bangga, dan semangat membuncah mewarnai perjalanan TSAVAC INDONESIA, klub panahan tradisional asal Sulawesi Selatan, yang tampil luar biasa pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII 2025 di Lombok, 30 Juli lalu.

Bernaung di bawah organisasi PERPATRI NJ Sulsel (Perkumpulan Panahan Tradisional Nusantara Jaya), para atlet muda binaan TSAVAC tampil sebagai kekuatan dominan, memborong medali dan mencuri perhatian publik nasional.

Salah satu nama yang bersinar terang adalah Faiqa Aliza, atlet muda yang tampil gemilang di lintasan horsebow dan berhasil membawa pulang tiga medali emas dan satu medali perunggu. Faiqa menjadi juara dalam kategori Top Score Dewasa Putri, Top Score U18 Putri, Juara 1 U18 Putri, serta Juara 3 Beregu U18.

Baca Juga : Tim Panahan Soppeng Sabet 28 Medali di Y.A.C Tournament Palu

Tidak kalah membanggakan, Abidal Umri atlet cilik TSAVAC ikut mengukir prestasi dengan meraih medali perak dan perunggu di kategori U13.

Keduanya menunjukkan bahwa panahan tradisional bukan hanya tentang ketepatan membidik sasaran, tapi juga tentang ketekunan, fokus, dan akhlak dalam bertanding.

Prestasi yang diraih TSAVAC INDONESIA merupakan hasil dari proses panjang dan pembinaan yang konsisten. Klub ini telah lama dikenal tidak hanya sebagai tempat latihan fisik, tapi sebagai ruang pembentukan karakter.

Panahan menjadi alat mendidik kesabaran, melatih jiwa, dan menumbuhkan nilai-nilai luhur dalam diri generasi muda.

Founder TSAVAC INDONESIA, Andi Bathilar, menyampaikan bahwa kemenangan ini adalah buah dari perjuangan kolektif yang dilandasi semangat, doa, dan keikhlasan.

“Kemenangan ini bukan sekadar hasil latihan, tetapi buah dari perjuangan panjang yang diiringi doa orang tua, keikhlasan para pembina, dan semangat keluarga besar TSAVAC INDONESIA. Kami tidak hanya membentuk pemanah, tapi membina akhlak, karakter, dan adab dalam berkompetisi,” ujar Andi Bathilar, Senin (4/8/2025).

Ia juga menegaskan bahwa mewakili Sulawesi Selatan di ajang nasional adalah sebuah kehormatan, dan membawa pulang medali adalah bukti bahwa nilai-nilai tradisional tidak lekang oleh zaman.

Senada dengan itu, Pelatih TSAVAC, Alhabsi, menuturkan kebanggaannya atas semangat anak-anak didiknya yang penuh ketekunan dalam proses.

Baca Juga : Ramai, Event Panahan Komando Soppeng Diikuti 563 Pemanah

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak ini berlatih dalam diam, jatuh bangun, tapi tidak pernah menyerah. Mereka belajar bersabar, belajar fokus, belajar merendah. Medali ini bukan cuma logam, tapi simbol dari ribuan panah yang pernah meleset, ribuan doa yang pernah lirih dipanjatkan,” ucap Alhabsi.

“Saya bangga. Bukan hanya karena mereka juara, tapi karena mereka telah menunjukkan bahwa kemenangan terbaik adalah saat seseorang menang atas dirinya sendiri,” tambahnya.

FORNAS VIII 2025 membuktikan bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati bangsa. TSAVAC INDONESIA hadir bukan sekadar sebagai klub, melainkan sebagai gerakan moral dan budaya—menyalakan kembali semangat peradaban melalui panahan tradisional.

Kini, TSAVAC INDONESIA bukan hanya membidik sasaran di arena lomba. Mereka tengah membidik tujuan yang lebih besar: melahirkan generasi tangguh, beradab, dan berakar kuat pada budaya bangsa. Dan prestasi di FORNAS hanyalah permulaan dari perjalanan panjang untuk terus menginspirasi Indonesia.