RELIGI, sindosulsel.com – Umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Iduladha 1447 H yang jatuh pada Rabu (27/05/2026).
Perayaan yang identik dengan ibadah kurban ini bukan sekadar rutinitas menyembelih hewan, melainkan sebuah momentum pengingat akan besarnya ketaatan Nabi Ibrahim terhadap perintah Sang Pencipta.
Selain itu, ibadah tahunan ini berfungsi sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan (ukhuwah islamiah) dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Inti dari perayaan ini diawali dengan pelaksanaan salat Iduladha dua rakaat secara berjamaah, baik di masjid maupun lapangan terbuka, pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah.
Secara hukum fikih, waktu pelaksanaan salat Id dimulai sejak matahari terbit hingga tergelincirnya matahari di siang hari.
Namun, ada keutamaan tersendiri untuk menyegerakan salat Iduladha dibandingkan dengan salat Idulfitri.
Tujuannya adalah agar masyarakat memiliki waktu yang lebih leluasa untuk melaksanakan prosesi penyembelihan hewan kurban setelah salat.
Menurut anjuran, salat Iduladha sebaiknya dilangsungkan ketika matahari telah meninggi sekitar satu tombak.
Pendakwah Abdul Somad dalam penjelasannya menyebutkan bahwa, berdasarkan ilmu astronomi, matahari setinggi satu tombak itu setara dengan 12 menit setelah waktu terbitnya matahari.
Waktu jeda 12 menit ini penting untuk menghindari waktu terlarang untuk salat, yakni saat matahari baru saja terbit (yang pada zaman dahulu identik dengan waktu penyembahan berhala).
“Karena waktu inilah yang dipakai untuk menyembah berhala, maka tidak boleh salat pada waktu itu. Setelah lewat setinggi tombak (matahari), barulah kita boleh salat,” tegas Abdul Somad dalam salah satu penjelasannya, seperti dikutip dari Detik.
Sebagai ilustrasi, apabila matahari terbit di sebuah kota pada pukul 06.00 waktu setempat, maka pelaksanaan salat Iduladha paling ideal dimulai pada pukul 06.12.
Tujuh Amalan Sunah Sebelum Berangkat Salat
Untuk menyempurnakan ibadah di hari kemenangan, umat Islam dianjurkan menerapkan beberapa amalan sunah sebelum bertolak ke lokasi salat:
-
Bersuci Menyeluruh: Memastikan diri bebas dari hadas kecil maupun besar karena kesucian merupakan syarat sah ibadah.
-
Mandi Sunah: Membersihkan seluruh tubuh agar terasa segar dan nyaman saat beribadah berjamaah.
-
Mengenakan Pakaian Terbaik: Berpakaian rapi dan sopan (tidak wajib baru atau mahal) sebagai bentuk penghormatan menyambut hari suci.
-
Merawat Diri dan Memakai Wewangian: Memotong kuku, merapikan rambut, menghilangkan bau badan, serta memakai parfum.
-
Menahan Diri dari Makan: Berbeda dengan Idulfitri, pada Iduladha umat Islam disunahkan untuk berpuasa sejenak dan baru makan setelah salat selesai dikerjakan.
-
Berjalan Kaki: Mengutamakan berjalan kaki menuju area salat untuk meraih pahala di setiap langkahnya.
-
Membedakan Rute Jalan: Melewati jalan yang berbeda saat pergi dan saat pulang dari tempat salat untuk memperbanyak perjumpaan dan silaturahmi.
Panduan Bacaan Niat Salat Iduladha
Membaca niat adalah pondasi dalam beribadah. Terdapat sedikit perbedaan redaksi antara niat untuk imam dan niat untuk makmum.
Niat untuk Imam: أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ Ushalli sunnatal li’idil adha rakataini mustaqbilal qiblati imåman lillahi ta’ala. Allahu Akbar. (Saya berniat salat sunah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Taala. Allah Mahabesar).
Niat untuk Makmum: أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ Ushalli sunnata ‘îdil adh-ha rak‘ataini ma’muuman lillâhi ta‘âlâ. Allahu Akbar. (Saya berniat salat sunah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Taala. Allah Mahabesar).
Tata Cara Pelaksanaan Salat Dua Rakaat
Rangkaian salat Iduladha dipimpin dengan lantunan takbir. Berikut adalah urutan tata caranya:
-
Rakaat Pertama:
-
Mengucapkan niat dilanjutkan Takbiratul Ihram.
-
Membaca doa Iftitah.
-
Melakukan takbir tambahan sebanyak 7 kali. Di sela-sela tiap takbir, dianjurkan membaca tasbih: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar.
-
Membaca Surah Al-Fatihah, lalu disunahkan membaca Surah Al-A’la.
-
Melanjutkan ruku, i’tidal, dua kali sujud, dan berdiri untuk rakaat kedua.
-
-
Rakaat Kedua:
-
Berdiri sambil melafalkan takbir intiqal.
-
Melakukan takbir tambahan sebanyak 5 kali dengan menyisipkan bacaan tasbih yang sama di setiap jeda.
-
Membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Ghasyiyah (sunah).
-
Menyelesaikan salat dengan ruku, i’tidal, dua kali sujud, duduk tasyahud akhir, dan diakhiri dengan salam.
-
Dengan panduan ini, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah Iduladha dengan lebih khusyuk, tertib, dan sesuai dengan tuntunan yang dianjurkan.












