SINDOSULSEL.COM, Luwu – Setelah lima tahun hanya menjadi daftar dalam pendataan pemerintah, impian Suratman dan istrinya, Rahmawati, untuk memiliki rumah layak huni akhirnya terwujud.
Pasangan suami istri yang tinggal di perbatasan Desa Raja, Kabupaten Luwu itu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam kepada Bupati Luwu, Patahuddin, dan Wakil Bupati Luwu, Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, atas kepedulian dan langkah nyata dalam membantu keluarga mereka.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati. Kami tidak pernah menyangka akhirnya bisa memiliki rumah yang layak setelah sekian lama hanya berharap,” ucap Suratman penuh haru, Sabtu (27/7/2025).
Selama lima tahun terakhir, rumah gubuk berukuran 4 x 6 meter milik Suratman dan Rahmawati hanya menjadi objek pendataan dalam program bedah rumah pemerintah.
Berlantai tanah, berdinding kayu lapuk, dan beratap daun rumbia serta seng bekas yang sudah berkarat, rumah itu jauh dari kata layak.
“Kami hanya ingin tempat berteduh yang tidak bocor saat hujan dan tidak berdebu saat kemarau. Tapi tiap kali ada pendataan, kami hanya dihitung, tak kunjung dibantu,” kata Rahmawati lirih.
Kehidupan mereka dijalani dengan penuh keterbatasan. Selama lima tahun pertama pernikahan, mereka menumpang di rumah orang tua.
Setelah memiliki sebidang tanah warisan di pinggir Sungai Balambang, mereka membangun gubuk seadanya dengan tabungan hasil kerja serabutan.
Baca juga: Lima Tahun Menunggu, Hanya untuk Dihitung, Bukan Dibantu
Dalam rumah itulah mereka membesarkan enam anak, meski empat di antaranya terpaksa putus sekolah karena alasan biaya.
“Kami tidak minta rumah mewah. Cukup rumah sederhana yang tidak bocor. Anak-anak kami butuh tempat tinggal yang layak agar bisa belajar dan tidur dengan tenang,” tutur Rahmawati.
Program bedah rumah yang selama ini hanya menjadi harapan semu, akhirnya benar-benar menyentuh keluarga mereka di masa kepemimpinan Bupati Patahuddin dan Wabup Dhevy Bijak.
Tanpa “kedekatan khusus”, Suratman dan keluarganya mendapatkan bantuan nyata.
Ia juga berharap agar program seperti ini terus berlanjut sehingga dirasakan juga oleh keluarga miskin lain yang belum memiliki rumah layak huni.
Langkah Bupati dan Wakil Bupati Luwu ini mendapat apresiasi dari warga setempat.
Mereka melihat kehadiran Pata-Dhevy bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan pemimpin yang benar-benar hadir dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami berharap keluarga kami bukan yang terakhir. Masih banyak tetangga kami yang juga butuh bantuan seperti ini,” ungkap Suratman.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, keluarga Suratman mendapat bantuan bantuan berupa 45 lembar seng, puluhan sak semen, satu truk baru pondasi, dua truk pasir, beberapa kubik kayu dan bantuan lainnya.












