SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Pegadaian Cabang Sidrap merambah dunia kampus di Kabupaten Sidrap dengan tujuan melahirkan investor muda, khususnya dalam investasi emas. Hal ini ditandai dengan peluncuran “Kampus Emas” di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS) Rappang, Selasa (28/05/2024).
Acara bertajuk “Launching Kampus Emas dengan Cara Investasi di Era Digital” ini dihadiri oleh civitas akademika dan ratusan mahasiswa UMS Rappang. Pejabat penting yang hadir antara lain Rektor UMS Rappang, Prof. Jamaluddin Ahmad, Deputi Bisnis Pegadaian Area Parepare, Iputu Suryawan, dan Pimpinan Cabang (Pimcab) Pegadaian Sidrap, Nur Fadli yang sekaligus menjadi pemateri.
Dalam sambutannya, Prof. Jamaluddin menyampaikan bahwa Pegadaian telah memilih UMS Rappang sebagai tempat yang tepat untuk meluncurkan Kampus Emas. Ia menuturkan bahwa UMS Rappang telah mencapai usia 6 tahun sebagai universitas dengan prestasi akademik yang tidak diragukan, dibuktikan dengan 20 program studi dan reputasi yang terjaga tanpa pelanggaran hukum.
“Pegadaian masuk di lingkungan yang tepat dan tidak diragukan,” ujar Prof. Jamaluddin.
UMS Rappang, lanjutnya, merupakan Perguruan Tinggi (PT) yang mengusung The Digital Entrepreneurship University, selaras dengan Pegadaian yang membranding usahanya sebagai Perusahaan yang dapat mengatasi masalah tanpa masalah.
Deputi Bisnis Pegadaian Area Parepare, Iputu Suryawan, menyampaikan terima kasihnya kepada Rektor dan civitas akademika UMS Rappang atas terselenggaranya acara tersebut.
Ia menekankan pentingnya pengetahuan dan praktik investasi bagi generasi muda, terutama Gen Z. “Jadi ini penting sekali bagi Gen Z yang musti tahu, paham tentang investasi, tidak hanya teori tapi juga praktek bersama kami di Pegadaian,” ucapnya.
Ratusan peserta kegiatan kampus emas antusias mengikuti kegiatan, para peserta dari fakultas ekonomi dan bisnis tersebut banyak yang bertanya terkait investasi emas.
Nur Fadli, Kacab Pegadaian Sidrap, dalam materinya mengulas sejarah Pegadaian dan manfaat berinvestasi dengan menabung emas sejak dini. Ia mendorong para mahasiswa untuk memulai menabung emas demi masa depan yang cerah, bahkan menjadi milyarder di masa mendatang.
“Kapan mulai investasi emas? jawabnya sekarang, jangan tunggu esok atau lusa,” tegas Nur Fadli.
Ia menuturkan bahwa investasi emas merupakan investasi yang stabil dan menguntungkan karena harganya terus meningkat setiap tahun. Bahkan, ia memprediksi harga emas akan mencapai Rp.2 juta di masa depan.
Nur Fadli juga berbagi tips menabung emas bagi mahasiswa. Ia menyarankan agar mereka memulai dengan menyisihkan Rp 3000 per hari dari uang jajan dan menabungnya secara rutin di Pegadaian.
“Sisihkan uang Rp 3000 perhari dan dikumpulkan selama satu bulan Rp 90000 baru di setor. Nanti kita siapkan geray setiap bulannya, atau nanti kita buat program hari menabung,” katanya.
“Ayo mulai menabung emas dan wujudkan resolusi kampus emas,” tutupnya.
Launching kampus emas ditandai dengan penyerahan plakat dan buku tabungan emas yang diserahkan Iputu Suryawan kepada Prof. Jamaluddin Ahmad.












