SINDOSULSEL.COM, Bone – Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, secara resmi membuka kegiatan Seminar Pengusulan Calon Pahlawan Nasional La Pawawoi Karaeng Sigeri, Raja Bone XXXI.
Agenda bernilai historis yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 ini berlangsung khidmat di Gedung PKK Kabupaten Bone pada Selasa (07/03/2026).
Pelaksanaan seminar ini menjadi momentum yang sangat penting dalam mendorong kelancaran pengusulan sosok La Pawawoi Karaeng Sigeri untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional.
Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kajian akademik serta menggalang dukungan lintas sektor terhadap tokoh bersejarah pejuang Bumi Arung Palakka tersebut.
Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan turut hadir menyukseskan kegiatan ilmiah ini.
Mereka di antaranya adalah Ketua Dewan Adat sekaligus perwakilan keluarga besar La Pawawoi Karaeng Sigeri, Andi Baso Hamid, Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Prof A. Ima Kesuma, serta Ketua Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia, Prof Bahri.
Turut hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, beserta tamu undangan penting lainnya.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan bahwa pengusulan La Pawawoi Karaeng Sigeri sebagai Pahlawan Nasional merupakan sebuah langkah strategis yang penuh makna.
Ia menegaskan bahwa ikhtiar ini bukan sekadar mengejar status kepahlawanan belaka.
“Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada ketokohan beliau, tetapi juga menjadi momen penting untuk mengangkat kembali identitas dan kebanggaan daerah kita di kancah nasional,” tegas Andi Akmal Pasluddin.
Ia menyadari betul bahwa proses pengusulan yang panjang ini merupakan sebuah kerja kolektif.
Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan penuh secara akademik, administratif, maupun moral dari berbagai pihak terkait agar seluruh persyaratan dapat terpenuhi.
“Kami berharap, melalui diskusi dan kajian mendalam dalam seminar ini akan lahir rekomendasi yang kuat, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga proses pengusulan dapat berjalan dengan baik hingga ke tingkat nasional,” tambahnya.
Lebih lanjut, kegiatan akademis ini dinilai memiliki manfaat besar dalam memperkuat literasi sejarah bagi masyarakat dan memperkokoh jati diri daerah.
Langkah ini sekaligus diyakini mampu menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap warisan budaya dan perjuangan para pendahulu.
Momentum peringatan Hari Jadi Bone ke-696 ini juga dinilai sangat tepat sebagai ajang refleksi perjalanan panjang daerah.
Hal ini diharapkan mampu meneguhkan komitmen untuk terus melanjutkan semangat juang para leluhur dalam membangun Kabupaten Bone yang maju, mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan.












