NASIONAL, sindosulsel.com – Gempa bumi mengguncang wilayah perairan barat Sumatera, Bengkulu Utara, pada Selasa (11/08/2026) dini hari.
Gempa yang semula tercatat berkekuatan Magnitudo 5,1 itu kemudian diperbarui BMKG menjadi Magnitudo 4,8 dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Gempa terjadi pada pukul 00.08.08 WIB.
Berdasarkan pembaruan parameter BMKG, episenter berada di laut pada koordinat 5,92 derajat Lintang Selatan dan 102,36 derajat Bujur Timur, atau sekitar 64 kilometer tenggara Enggano, Bengkulu.
Kedalaman gempa tercatat 31 kilometer.
Sebelum parameter diperbarui, laman informasi gempa BMKG mencatat magnitudo awal 5,1 dengan kedalaman 30 kilometer dan koordinat 5,89 LS serta 102,43 BT.
Lokasi awal disebut berada 178 kilometer barat daya Kaur, Bengkulu.
Informasi awal tersebut juga dipublikasikan kembali oleh akun @infogempadunia di Threads.
Baca Juga : Kebakaran Bromo Hanguskan 550 Hektare, Titik Api Baru Muncul di Kaldera
BMKG kemudian memperbarui analisis berdasarkan data yang masuk.
Dalam siaran persnya, BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang berkaitan dengan aktivitas subduksi.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” tulis BMKG dalam siaran pers resmi terkait gempa tersebut.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust.
Berdasarkan peta estimasi tingkat guncangan (shakemap), getaran tercatat hingga skala III MMI di Enggano.
Guncangan juga dirasakan pada skala II-III MMI di Kaur Selatan dan II MMI di Maje.
Baca Juga : OJK Blokir 557.751 Rekening Terindikasi Penipuan
Skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas.
Sementara skala II MMI umumnya dirasakan oleh beberapa orang dan dapat membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga pukul 00.25 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan setelah kejadian tersebut.
BMKG menyatakan pemantauan tetap dilakukan untuk melihat perkembangan aktivitas kegempaan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.
Dengan demikian, informasi yang beredar melalui media sosial mengenai gempa M5,1 tersebut merupakan parameter awal, sedangkan angka yang telah diperbarui BMKG adalah M4,8.
Perubahan parameter seperti magnitudo, kedalaman dan posisi episenter dapat terjadi setelah data seismik dianalisis lebih lanjut.












