SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) terus berkomitmen mencetak tenaga pendidik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), kampus ini menyelenggarakan Workshop Penguatan Kebhinekaan bagi mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang I Tahun 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh 57 peserta ini berlangsung di Kampus UMS Rappang pada Sabtu (7/2/2026).
Agenda ini dirancang khusus sebagai upaya penguatan kompetensi kepribadian para calon guru agar siap menghadapi dinamika dan realitas keberagaman di lingkungan sekolah nantinya.
Koordinator PPG UMS Rappang, Muhammad Hanafi, dalam sambutannya menekankan bahwa pemahaman mendalam mengenai kebhinekaan merupakan fondasi mutlak bagi seorang guru profesional.
Menurutnya, peran guru melampaui sekadar pengajar materi; mereka harus mampu menjadi figur teladan dalam merawat toleransi.
“Calon guru harus siap menghadapi keberagaman peserta didik dan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aman, inklusif, serta menghargai perbedaan,” tegas Hanafi di hadapan para peserta.
Sepanjang kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari, para mahasiswa dibekali materi tentang nilai-nilai toleransi, kesadaran diri, dan strategi menciptakan ekosistem pendidikan yang damai.
Sesi diskusi dan refleksi yang interaktif membuat materi yang disampaikan lebih relevan dengan tantangan pendidikan di era multikultural saat ini.
Melalui workshop ini, pihak universitas berharap para lulusan PPG UMS Rappang kelak dapat menjadi agen perubahan yang aktif menumbuhkan budaya saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan di tempat mereka mengabdi.












