SINDOSULSEL.COM, Luwu – Lima tahun sudah proses pembangunan pabrik Smelter PT BMS di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu sejak maret 2020.
Hingga Desember 2024 saat ini, PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) telah menyelesaikan 100 persen pembangunan pabrik atau tungku satu dan mendekati penyelesaian pabrik dua.
Informasi yang dihimpun sindosulsel.com, perusahaan milik keluarga mantan Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, HM Jusuf Kalla tersebut, telah mempekerjakan 1.550 karyawan.
Baca juga : Pabrik Smelter PT BMS Menyala, JK Angkat Jempol
Site Manager PT BMS, Zulkarnaen, menyebutkan dengan jumlah karyawan tersebut, pihaknya mengeluarkan dana sebesar Rp 8 miliar per bulan untuk membayar gaji karyawan.
“Uang tersebut tidak sedikit. Rp 8 miliar gaji karyawan kami jika bisa berputar di Kecamatan Bua tentu manfaatnya akan dirasakan masyarakat pelbagai kalangan, utamanya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Seperti usaha makanan, barang elektronik, toko bangunan bahkan pengelolah tempat rekreasi,” kata Zulkarnaen.
Lanjut Zulkarnaen, besaran gaji tersebut akan terus naik seiring penyelesaian tungku dua yang diperkirakan akan menyerap banyak pekerja tahun 2025.
“Tungku dua selesai tahun depan tentu perusahaan akan kembali menyerap tenaga kerja yang besar. Uang besar ada di Bua, PR kita adalah bagaimana, uang ini tidak keluar dari Bua atau Luwu, semua bisa berputar di masyarakat sehingga keberadaan industri di Bua mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Baca juga : DPMPTSP Sulsel Paparkan Investasi Tertinggi di Triwulan III 2024
Nilai perputaran uang di Kecamatan Bua tentu bukan hanya berasal dari PT BMS. Penetapan Kecamatan Bua sebagai kawasan industri akan mendorong investor beramai-ramai membangun pabrik di Bua.
Selain PT BMS, Kalla Group saat ini juga tengah membangun pabrik smelter baru di bawah bendera PT Bukaka Mandiri Sejahtera (BKMS). Perusahaan ini rencananya akan membangun dua pabrik yang akan memproduksi nikel matte.
Sejumlah gudang perusahaan ternama juga telah terbangun di Kecamatan Bua, diantaranya, gudang milik Alfamart dan Indomarco (Indomart) dengan jumlah karyawan mencapai ratusan pekerja.
Baca juga berita di Google News












