SIDRAP, sindosulsel.com – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menggelar program penukaran tabung LPG bersubsidi dengan Bright Gas bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Sidrap.
Program bertajuk Trade In Bright Gas tersebut berlangsung di Lapangan Kompleks Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Sidrap pada Rabu (05/08/2026).
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dan Pertamina dalam mendorong penggunaan LPG 3 kilogram agar lebih tepat sasaran.
LPG bersubsidi diharapkan dapat diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok lain yang berhak menerimanya.
Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah memimpin pelaksanaan program tersebut.
Kegiatan turut dihadiri Sales Branch Manager VII Gas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Mulian Pratama serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sidrap.
Nurkanaah mengapresiasi Pertamina Patra Niaga yang menghadirkan program penukaran tabung LPG di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Menurutnya, program tersebut dapat mendukung upaya pengendalian penggunaan LPG bersubsidi.
Baca Juga : Sidrap Dapat Tambahan Pasokan LPG 3 Kilogram Sebesar 34 Persen
Ia menilai ASN perlu menjadi contoh bagi masyarakat dengan menggunakan produk LPG nonsubsidi dan tidak lagi memakai LPG 3 kilogram yang diperuntukkan bagi kelompok penerima subsidi.
“Ini merupakan salah satu terobosan yang sangat baik. ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat dengan tidak lagi menggunakan tabung LPG bersubsidi dan beralih ke Bright Gas,” ujar Nurkanaah.
Nurkanaah juga meminta sosialisasi mengenai penggunaan LPG sesuai peruntukannya terus diperluas.
Edukasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai sasaran distribusi LPG bersubsidi.
“Saya berharap kegiatan seperti ini terus disosialisasikan sehingga kesadaran masyarakat untuk menggunakan tabung nonsubsidi semakin meningkat,” katanya.
Sementara itu, Mulian Pratama menjelaskan, program Trade In Bright Gas dirancang untuk membantu memastikan LPG 3 kilogram digunakan oleh masyarakat yang memang berhak menerima subsidi.
Pertamina, lanjutnya, membuka kemungkinan menambah kuota penukaran apabila kebutuhan dan antusiasme peserta masih tinggi.
Dalam pelaksanaan program tersebut, peserta juga mendapatkan penawaran Bright Gas dengan harga khusus.
“Kegiatan ini bertujuan agar LPG 3 kilogram tepat sasaran. Kami berharap program ini dapat berkelanjutan. Untuk teknis pelaksanaannya akan kami atur, dan apabila antusiasme masih tinggi serta dibutuhkan, kami siap menambah kuota. Pada hari ini juga kami memberikan penawaran dengan harga khusus di bawah harga normal,” jelasnya.
Melalui program tersebut, Pemkab Sidrap berharap semakin banyak ASN beralih menggunakan Bright Gas.
Peralihan itu diharapkan membantu mengurangi penggunaan LPG 3 kilogram oleh kelompok yang tidak termasuk penerima subsidi.
Sinergi pemerintah daerah dan Pertamina juga diharapkan dapat memperkuat distribusi LPG bersubsidi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.












