Sidrap

Pesan Jenderal Soedirman Menggema di Sidrap: Tentara Bukan Kasta di Atas Rakyat

×

Pesan Jenderal Soedirman Menggema di Sidrap: Tentara Bukan Kasta di Atas Rakyat

Sebarkan artikel ini
Pesan Jenderal Soedirman Menggema di Sidrap: Tentara Bukan Kasta di Atas Rakyat

SINDOSULSEL.COM, Sidrap – Pesan legendaris Panglima Besar Jenderal Soedirman tentang jati diri tentara sebagai bagian tak terpisahkan dari rakyat kembali digaungkan.

Pesan tersebut menjadi ruh utama dalam upacara peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025 yang digelar di Halaman Kompleks SKPD Sidrap, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, pada Senin (15/12/2025) pagi.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting daerah, di antaranya Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, Ketua DPRD, Takyuddin Masse, Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong, Sekretaris Daerah, Andi Rahmat Saleh, dan Kasubsi I Intel Kejari Jemmi.

Turut hadir pula para asisten, staf ahli bupati, kepala bagian, kepala OPD, serta peserta upacara dari gabungan berbagai instansi.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Komandan Kodim (Dandim) 1420 Sidrap, Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, membacakan amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Baca Juga : Tasyakuran Tempati Rujab, Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar Rayakan HUT ke-43

Dalam amanat tersebut, ditegaskan kembali bahwa tentara bukanlah golongan di luar masyarakat dan bukan pula kasta yang berdiri di atas rakyat.

“Tentara adalah bagian dari masyarakat yang memiliki kewajiban utama mempertahankan kedaulatan negara dan keselamatan bangsa,” tegas Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar saat membacakan amanat.

Suasana semakin hening dan haru ketika Dandim membacakan kutipan terkenal Jenderal Soedirman yang membakar semangat nasionalisme.

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasadku ini, tetapi jiwaku yang dilindungi benteng Merah Putih akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapa pun lawan yang kuhadapi,” ucap Dandim menirukan pesan sang Jenderal.

Baca  Bukan Sekadar Seremoni, HUT ke-81 TNI di Sidrap Dirayakan Bersama Masyarakat

Amanat tersebut juga menekankan pentingnya disiplin, loyalitas kepada pimpinan, serta kesetiaan teguh terhadap sumpah prajurit.

Jenderal Soedirman mengingatkan agar prajurit tidak sekali-kali mengingkari janji, tidak menjadi pengkhianat bangsa, serta senantiasa siap berkorban jiwa dan raga demi keutuhan Republik Indonesia.

Hari Juang TNI AD, yang sebelumnya dikenal sebagai Hari Juang Kartika, merupakan tonggak sejarah perjuangan TNI AD bersama rakyat dalam pertempuran mempertahankan wilayah Ambarawa pada 15 Desember 1945.

Peristiwa ini menjadi simbol abadi kemanunggalan TNI dan rakyat.

Usai pelaksanaan upacara, Wakil Bupati Nurkanaah menyampaikan ucapan selamat Hari Juang TNI AD.

Ia berharap nilai-nilai perjuangan Jenderal Soedirman terus menjadi pedoman dalam setiap langkah pengabdian TNI kepada masyarakat.

“TNI selalu hadir bersama rakyat dan pemerintah daerah. Semoga nilai perjuangan dan pengabdian ini terus terjaga, khususnya di Kabupaten Sidrap,” ujarnya.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan dalam rangka pembinaan pemerintahan desa dan dukungan terhadap akselerasi pembangunan desa.

Empat desa di Sidrap berhasil menorehkan prestasi, yakni Desa Tanene (Kecamatan Maritengae) sebagai Desa Status Mandiri peringkat kesembilan dengan skor 94,49, dan Desa Kalosi Alau (Kecamatan Dua Pitue) atas peran aktifnya dalam penanganan sengketa di luar pengadilan tingkat provinsi.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Desa Mario (Kecamatan Kulo) sebagai desa terbaik pengelolaan ketahanan pangan, serta Desa Allakuang (Kecamatan Maritengae) yang meraih predikat Desa Status Mandiri peringkat kelima dengan skor 94,96 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025.